Select Page

YAPELH Laporkan Pemkot Tangsel ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

YAPELH Laporkan Pemkot Tangsel ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

W I | Tangerang – Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) Indonesia kembali melaporkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel menyangkut dugaan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup yang bersumber dari TPA Cipeucang yang terletak di kampung Cipeucang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan Propinsi Banten.

Kali ini, aktivis linkungan hidup itu mengadukan Pemerintah Kota Tangerang Selatan ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Setelah sebelumnya, YAPELH Indonesia juga melaporkan kasus dugaan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup yang bersumber dari TPA milik Pemkot Tangsel tersebut ke Kejaksaan Negeri Tigaraksa.

Denny Try Permana Bidang Riset YAPELH Indonesia mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melaporkan kasus pencemaran lingkungan hidup ke Kejaksaan Negeri Tangerang. Namun, pihak kejaksaan sendiri mengarahkan YAPELH untuk melaporkan kasus pencemaran lingkungan hidup itu ke pihak Kepolisian terlebih dahulu.

“Tapi saat ini, kami mengambil langkah untuk melaporkan langsung kasus pencemaran ini ke Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Deny Rabu, (26/9/2018).

Menurutnya, laporan yang ditujukan ke KLHK ini masih menyangkut soal pencemaran dan pengrusakan lingkungan Sungai Cisadane yang diduga kuat bersumber dari TPA Cipeucang milik Pemkot Tangsel.

Oleh sebab itu, dirinya berharap kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar menindak tegas Pemkot Tangsel atas dugaan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup yang timbul dari TPA Cipeucang.

“Kami berharap Undang-undang nomor 32 tahun 2009 bisa ditegakan oleh para penegak hukum di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” pungkasnya.

Sampai saat berita ini diturunkan, pihak pemerintah kota Tangerang Selatan masih belum mau memberi keterangan. (Red)

About The Author

Red