Select Page

Trump : Ivanka Pantas Duduki Jabatan Dubes AS Untuk PBB

Trump : Ivanka Pantas Duduki Jabatan Dubes AS Untuk PBB

W I | Jakarta,-  Presiden Donald Trump ingin menunjuk anak keduanya, Ivanka Trump, sebagai duta besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggantikan Nikki Haley yang memutuskan mengundurkan diri pada Selasa (9/10).

Trump menganggap Ivanka sangat kompeten untuk jabatan strategis tersebut. Namun, Trump mengurungkan niatnya itu karena menganggap penunjukan Ivanka bisa memicu publik menuduhnya nepotisme.

“Saya pikir Ivanka akan hebat (menjadi dubes AS di PBB). Dia akan menjadi dinamit yang menggemparkan (di PBB). Tapi bukan berarti saya memilih dia, saya ingin (memilihnya) tapi kemudian orang akan menuduh saya nepotisme,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dilansir CNN

Ivanka sendiri enggan menanggapi komentar ayahnya, Melalui Twitternya, Ivanka membantah bahwa dirinya akan menggantikan Haley.

.

“Merupakan suatu kehormatan untuk melayani Gedung Putih bersama begitu banyak rekan kerja yang hebat dan saya tahu bahwa Presiden akan menunjuka kandidat hebat sebagai pengganti Dubes Haley. Penggantinya bukan saya,” tutur Ivanka seperti dikutip AFP.

Haley, seorang politikus Partai Republik yang tengah meroket, memutuskan mengundurkan diri sebagai Dubes AS di PBB setelah 18 bulan menjabat.

Haley menampik bahwa keputusannya itu dilakukan sebagai persiapannya melawan Trump dalam pemilihan umum presiden 2020 mendatang.

Beberapa media lokal menyebut Haley berencana kembali menjadi pengusaha dan berkiprah di sektor swasta. Namun, beberapa pemberitaan menyebut dia keluar dari jabatan publik karena memiliki hutang yang belum dilunasi.

Mengutip isi surat Haley, Trump menyebut perempuan 46 tahun ini mengundurkan diri untuk “beristirahat.”

Sementara itu, Haley menyebut Ivanka sebagai seorang teman yang amat luar biasa. “Mereka melakukan banyak hal di belakang layar yang saya harap semakin diketahui banyak orang karena negeri ini menjadi lebih baik saat mereka ada di pemerintahan,” Haley menegaskan.

Reporter : CNN

Editor: Red

About The Author

Red