Select Page

Safar Arroyyan Travelindo Laporkan Penyebar “Hoax” Terkait Tuduhan Terlantarkan 143 Jamaah Umroh

Safar Arroyyan Travelindo Laporkan Penyebar “Hoax” Terkait Tuduhan Terlantarkan 143 Jamaah Umroh

W I | Tangerang,- Biro perjalanan umroh dan haji plus Safar Arroyyan Travelindo merasa dirugikan terkait beredarnya pemberitaan tentang terlantarnya 143 jamaah umroh yang berangkat pada 24 Oktober 2018 yang lalu.

Pemberitaan yang sempat viral melalui whatsapp messenger itu bermula dari gambar yang terlihat jamaah umro dengan koper bertuliskan Safar Arroyyan Travelindo seolah-olah terlantar dibandara Soekarno Hatta. Beredarnya foto tersebut bertepatan dengan waktu check in 143 jamaah tersebut.

Listifa ketua rombongan sekaligus pemilik travel menyatakan, sangat menyayangkan pesan tersebut yang belakangan diketahui disebarkan oleh EH.

“Waktu saya landing sama jamaah, banyak telepon bilang jamaah terlantar, jamaah ngga punya tiket, padahal saya landing sama jamaah,” ucapnya saat ditemui di kantor Safar Arroyyan Travelindo, BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (10/11/2018).

Ia pun membantah telah menelantarkan 143 jamaahnya itu, “ngga ada itu hoax, ternyata sudah viral,” lanjutnya.

Listifa sendiri mengakui, bahwa persaingan bisnis travel haji dan umrah sangat ketat. Namun, dirinya enggan menyebut jika apa yang dilakukan oleh penyebar hoax tersebut lantaran adanya persaingan sesama bisnis travel umrah.

“Dia (pelaku) punya travel haji dan umrah di wilayah Penggilingan, Jakarta Timur. Tetapi korelasinya tidak ada. Saya enggak kenal siapa dia. Tetapi kenapa dia ingin menghancurkan kredibiltas saya. Sampai saya ditegur asosiasi,” pungkasnya.

Listifa juga mengatakan sesampainya di Indonesia, pada 6 November 2018 kemarin, Listifa pun mengambil jalur hukum dengan membuat laporan ke Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan LP/6069/XI/2018/PMJ/Dit Reskrimsus.

Listifa melaporkan EH dengan pasal 28 ayat (1) juncto pasal 45 a ayat (1) uu ri nomor 19 tahun 2015 tentang ITE, tindak pidana penyebaran berita bohong melalui media elektronik. (Red)

 

About The Author

Red