Select Page

Rupiah Terus Merosot, Kekhawatiran Pada Suku Bunga The Fed

Rupiah Terus Merosot, Kekhawatiran Pada Suku Bunga The Fed

W I | Jakarta,- Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan saham di awal pekan ini didorong saham Apple dan kekhawatiran pelaku pasar terhadap rencana bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga. Selama sesi perdagangan saham, indeks saham Dow Jones dan Nasdaq memimpin penguatan, namun akhirnya melemah pada penutupan perdagangan saham.

Dampaknya nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.235 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot sore ini, Kamis (11/10). Posisi ini melemah 35 poin atau 0,23 persen karena kekhawatiran tingkat suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15.253 per dolar AS atau melemah dari referensi kemarin di Rp15.215 per dolar AS.

Bersama rupiah, beberapa mata uang di kawasan Asia turut melemah. Won Korea Selatan melemah 0,94 persen, ringgit Malaysia minus 0,16 persen, dan renminbi China minus 0,07 persen.

Seperti dilansir pada CNNIndonesia.com, Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pelemahan rupiah hari ini didorong oleh kekhawatiran dampak dari kenaikan tingkat suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve yang sempat dibahas oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).

Menurut IMF, pengetatan kebijakan moneter The Fed menjadi salah satu hal yang membuat lembaga itu menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini dari semula 3,9 persen menjadi 3,7 persen.

“Soal kenaikan bunga The Fed kembali panas dan bursa saham Amerika hampir semua jadi anjlok. Ini menjadi sentimen kuat ke dolar AS,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/10).

Begitu pula dengan sentimen perang dagang. Sebab, hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan IMF menurunkan proyeksi perekonomian global.

“Ini juga cukup di-highlight oleh IMF,” pungkasnya.

Reporter: CNNIndonesia.com
Editor: Red

About The Author

Red