Select Page

Ratusan Petani Garam Ikuti Pelatihan Manajemen Keuangan Keluarga

Ratusan Petani Garam Ikuti Pelatihan Manajemen Keuangan Keluarga

W I | Pidie NAD –  Pemulihan sektor ekonomi masyarakat paska terjadi bencana menjadi bagian yang sangat penting untuk mendukung ketangguhan dan keberlangsungan hidup masyarakat.

Bencana seringkali memberikan dampak merusak dan menghilangkan infrastruktur dan sektor-sektor yang berkaitan dengan pendapatan dan ekonomi rumah tangga.

Melihatnya pentingnya upaya pemulihan dengan segera, Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) melatih 105 petani garam di desa Lancang Paru terkait dengan manajemen keuangan keluarga (25/09 – 05/10).

Pelatihan yang dilakukan selama 10 hari tersebut kepada para petani garam yang didominasi kelompok perempuan dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing mengikuti 2 hari sesi pelatihan.

Pelatihan ini sendiri merupakan bagian dari tahapan kegiatan pada proyek RESILIENT ACEH untuk Membangun Ketangguhan Komunitas Masyarakat melalui Pemulihan Ekonomi dan Manajemen Pengurangan Resiko Bencana yang dilakukan PKPA melalui dukungan Mercy Relief.

Ismail Marzuki selaku manajer program menyampaikan bahwa pelatihan tersebut nantinya akan memberikan keterampilan petani untuk dapat melakukan pengelolaan keuangan rumah tangga, sehingga petani dapat menyusun skala prioritas kebutuhan di rumah tangga.

Pelatihan ini difasilitasi oleh Sony Sucihati dari kantor PKPA Medan. Beberapa metode pendekatan pelatihan digunakan oleh fasilitator, mulai dari paparan presentasi, diskusi tanya jawab, dan simulasi bersama.

“Pertama saya ragu dengan pelatihan ini, namun ternyata sangat bermanfaat setelah saya jalanai selama dua hari. Kami tidak pernah tahu masalah pengelolaan uang masuk masuk dan uang keluar untuk keluarga sehingga uang selalu habis. Saya senang dapat ilmu baru dipelatihan ini”, ucap Ibu Deviani, salah satu petani garam dari desa Lancang Paru.

Pada sesi penutupan pelatihan gelombang pertama, Teuku Satria Mahmud selaku kordinator lapangan pada program ini menyampaikan harapan nantinya para peserta pelatihan dapat membuat rencana keuangan keluarga setelah mengikuti pelatihan.

Satria menyampaikan bahwa para petani garam akan didampingi secara khusus oleh Staf Ekonomi yang telah dipersiapkan oleh PKPA. (Asw)

About The Author