Select Page

Prodi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas ADAB UIN Ar-Raniry Gelar Praktikum Naskah ke Pedir Museum

Prodi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas ADAB UIN Ar-Raniry Gelar Praktikum Naskah ke Pedir Museum

W I | Banda Aceh,-  Pada 20 Oktober 2018, Prodi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas ADAB UIN Ar-Raniry Gelar Praktikum Naskah ke Pedir Museum di Punge Blang Cut, Banda Acehyang merupakan cabang dari Pedir Museum pusat yang ada di Luengputu Pidie Jaya.

Pedir Museum merupakan rumah pribadi keluarga Masykur Syafruddin, yang sangat sederhana dan hanya memiliki fasilitas yang sangat terbatas untuk menyimpan benda-benda koleksinya, sedangkan cabangnya yang di Punge Blangcut tergabung atau satu tempat dengan MAPESA (Masyarakat Pencinta Sejarah).

Pada sambutannya, Masykur berharap agar ada keseriusan dalam meneliti dan mengkaji naskah-naskah kuno, jangan hanya sebatas waktu mengikuti kuliah saja, karena kalau bukan kita sebagai generasi muda, siapa lagi yang akan memperhatikan akan naskah-naskah yang ada

Masykur juga menanamkan rasa semangat dan memberi motivasi kepada mahasiswa untuk selalu menjaga khasanah naskah yang ada, baik pada koleksi pribadi, di Museum, dan lain-lain, pungkasnya.

Praktikum ini di adakan setiap tahun, dengan lokasi penelitian yang berbeda-beda setiap tahunnya, dan tahun ini diikuti oleh 45 mahasiswa. Praktikum ini dilakukan untuk mendata naskah yang ada dalam lembaga ataupun masyarakat yang memiliki koleksi Manuskrip tulisan tangan, baik itu naskah berbahasa Aceh, Melayu dan Arab.

Pedir Museum merupakan museum milik pribadi, yang menyimpan lebih 400 naskah, yang terdiri dari bermacam-macam pembahasan, baik astronomi, fikh, tasawuf, nahu, mujarabah dan lain-lain.

Menurut pendataan, manuskrip koleksi Pedir Museum ada yang ditulis pada abad ke-17 sampai 19.

Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan bahan atau alas naskah yang digunakan untuk menulis manuskrip tersebut yaitu kertas eropa abad 17. Juga banyak terdapat naskah karya ulama-ulama terkemuka, seperti Abdurrauf As Singkili, Nuruddin Ar Raniry, dan lain-lain sebagainya.
Di bawah bimbingan Ibu Istiqamatunnisak, M.A.

Para mahasiswa dilatih mengkaji naskah dengan menggunakan pendekatan dan metode Penelitian Naskah sebagaimana telah diajarkan pada Mata kuliah Praktikum naskah tersebut, bahkan mahasiswa juga dilatih bagaimana cara merawat naskah agar tetap awet.

Bahkan sebelum menyentuh naskah-naskah tersebut para mahasiswa juga dianjurkan menggunakan perlengkapan sarung tangan dan masker guna melindungi diri juga melindungi naskah-naskah tersebut agar tidak mudah rusak, karena bersentuhan lansung dengan naskah bisa mengakibatkan naskah cepat rusak, dan mudah lapuk. Apalagi kalau keringat penuh dengah zat asam, bisa menyebabkan tinta naskah menjadi luntur kalau kadar asam tinta naskahnya tinggi.
Pada praktikum ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya terpaku pada identifikasi, deskripsi dan investarisasi naskah, tetapi juga mendalami isi manuskripnya secara lebih lanjut, guna memahami naskah secara lebih luas lagi.
Kedepan, diharapakan ada kepedulian dari pemerintah terhadap naskah-naskah yang ada di Aceh umumnya dan Pedir Museum khususnya, baik itu berupa bantuan biaya maupun bantuan digitalisasi untuk penyelamatan naskah agar usia naskahnya bertahan lama.

“Dikarenakan Tidak ada ruangan khusus seperti AC untuk melindungi Manuskrip-manuskrip yang ada di Pedir Museum tersebut, sedangkan Manuskrip membutuhkan suhu yang cukup untuk ketahanan naskahnya, dan semoga juga ada upaya tertentu secara mendetail lagi tentang bagaimana perlatihan khusus untuk merawat, dan memperbaiki naskah yang sudah rusak, lapuk, dimakan rayap dan lain-lain sebagainya, ” tutup Istiqamatunnisak. (TRDC/Is)

About The Author