Select Page

PKPA Aceh dan Masyarakat Lancang Paru, Pidie Jaya Lakukan Kajian Kapasitas dan Kerentanan Bencana

PKPA Aceh dan Masyarakat Lancang Paru, Pidie Jaya Lakukan Kajian Kapasitas dan Kerentanan Bencana

 

WI | PIDIE JAYA. Gampong Lancang Paru, kecamatan Bandar Baru, kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu gampong yang memiliki potensi dan kerentanan terhadap bencana. Sadar akan ancaman tersebut, puluhan masyarakat desa yang terdiri dari perangkat Gampong, petani, nelayan dan perwakilan pemuda melakukan kajian kapasitas dan kerentanan secara partisipatif, atau lebih dikenal dengan Participatory Capacity and Vurnerable Analysis (PCVA) di Meunasah dusun Aroma (6/11/18).

Gampong yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka tersebut pernah menjadi salah satu area yang cukup parah gelombang tsunami akhir tahun 2004 lalu. Tidak hanya bencana tersebut, Gampong ini juga pernah merasakan dampak dari puting beliung tahun 2008 lalu, serta bencana gempa bumi dengan kekuatan 6,5 SR pada 7 Desember 2016 telah sangat berdampak beberapa sector kehidupan. Kerentanan dan ancaman masyarakat semakin nyata ketika sebagian pemukiman harus merasakan banjir rob yang selalu terjadi setiap empat tahun sekali.

Melalui program Reselient Aceh, Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dengan dukungan Mercy Relief mencoba memfasilitasi masyarakat untuk dapat melakukan analisa resiko, kerentanan dan kapasitas dalam menghadapi ancaman bencana. Beberapa analisa dilakukan berkaitan dengan sejarah berdirinya Gampong, jenis-jenis bencana yang pernah terjadi dan dampaknya, mata pencaharian, potensi sumber daya alam dan manusia, dan mempelajari siklus aktivitas masyarakat, baik dewasa dan anak-anak.

“Hasil dari diskusi dan analisa masyarakat tersebut nantinya akan disusun menjadi dokumen profil kerentanan dan kapasitas Gampong yang menjadi rujukan dalam penyusunan rencana kerja pengurangan resiko bencana pada tingkat Gampong.” Ucap Teuku Satria Mahmud, selaku Kordinator Program tersebut.

Aswadi Lapang selaku pendamping program di Gampong mengucapkan terima kasih kepada 39 peserta yang telah terlibat. Aswadi juga berharap masyarakat dapat terus aktif terlibat dalam kegiatan pelatihan – pelatihan dan berkomitmen dalam Tim Siaga Bencana Gampong (TSBG). (Asw)

About The Author