Select Page

Pelaku Usaha Pelabuhan Tanjung Priok Sepakati Kenaikan Tarif OPP OPT

Pelaku Usaha Pelabuhan Tanjung Priok Sepakati Kenaikan Tarif OPP OPT

W I | Jakarta,- Setelah hampir 4 tahun tidak mengalami kenaikan tarif Ongkos Pemuatan Pelabuhan/Ongkos Pemuatan Tujuan (OPP OPT), pelaku usaha di Pelabuhan Tanjung Priok akhirnya menyepakati kenaikan tarif tersebut. Ketua DPW Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat (APBMI) DKI Jakarta, Juswandi Kristanto menjelaskan pada pers bahwa tarif baru tersebut berlaku efektif mulai 1 Oktober 2018.

Menurut Juswandi, penandatanganan kesepakatan kenaikan tersebut telah dilakukan pada bulan Agustus 2018 dan berlaku selama 2 tahun. Selain APBMI, kesepakatan tersebut ditandatangani juga oleh Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Indonesian National Shipowners Assosiation (INSA) Jaya, PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) cabang Tanjung Priok dan diketahui Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok, papar Juswandi.

“Seperti kita ketahui dalam kurun waktu 4 tahun sejak 2014 hingga 2018, kenaikan upah TKBM mencapai 50,16 persen. Belum lagi kenaikan operasional bongkar muat maupun alat,” ujar Juswandi yang didampingi Sekretaris DPW APBMI, Aria Senopati Lihu, Jumat (21/9), di Jakarta.

Sementara, sejumlah komponen yang mengalami kenaikan tarif OPP OPT yakni, general cargo naik 7,4 persen. General cargo via gudang T/L naik 12 persen. Sedangkan curah kering lewat kapal naik 7 persen. Adapun curah kering lewat tongkang tidak mengalami kenaikan.

Curah cair domestik maupun internasional sama-sama mengalami kenaikan 20 persen. Begitu juga dengan hewan ternak yang naik 5 persen. Kenaikan tarif OPP OPT untuk semua jenis kendaraan juga naik 5 persen. Adapun untuk biaya tambahan mekanik (forklift) kenaikan disepakati sebesar 20 persen.(benny ps)

About The Author

Red