Select Page

Pelabuhan Bengkulu 2019 Cakup Empat Program

Pelabuhan Bengkulu 2019 Cakup Empat Program

WI | Bengkulu,- Mengakhiri lembaran 2018, IPC Pelabuhan Pulau Baai-Bengkulu, melayani KM. Cahaya Baru 3 sebagai kapal terakhir yang bersandar di Pelabuhan Pulau Baai dengan membongkar muatan semen sebanyak 950 ton asal Pelabuhan Teluk Bayur. Sedangkan Kapal Kontainer Lagun Mas dari pelayaran PT Tempuran Mas menjadi kapal yang pertama kali yang sandar di lembaran 2019 yang membawa 90 box petikemas (bongkar) dan muat sebanyak 130 box petikemas dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Priok-Jakarta.

Momen ini sengaja dijadikan event tersendiri bagi Manajemen IPC Bengkulu dengan memberikan penghargaan sekaligus sebagai bagian untuk menyemarakkan pergantian tahun baru di Pelabuhan Pulau Baai-Bengkulu-Sumatera Selatan. Dalam event ini, masing-masing nakhoda kapal menerima penghargaan dari manajemen IPC Bengkulu yang diserahkan General Manager Pelabuhan Pulau Baai-Bengkulu, Hambar Wiyadi yang disaksikan Kepala Kesyahbadaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkulu, M Djunaidin dan jajaran manajemen IPC Bengkulu dan Pejabat dilingkungan KSOP Kelas III Pelabuhan Pulau Baai.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan ucapan terima kasih dan apresiasi kami kepada kepada para seluruh pelanggan/mitra kerja/usaha kepelabuanan yang telah mempercayakan pelayanannya kepada IPC Pelabuhan Bengkulu dan KSOP Pelabuhan Pulau Baai- Bengkulu,” ujar Hambar Wiyadi melalui rilisnya, baru-baru ini.

Diharapkan, di tahun 2019 ini, Manajemen IPC Bengkulu dan Kantor KSOP Pelabuhan Pulau Baai-Bengkulu dapat lebih meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan berkesan kepada pelanggan jasa kepelabuhanan di Pelabuhan Pulau Baai – Bengkulu. “Manajemen IPC Bengkulu akan terus berupaya meningkatkan pelayanan, apalagi tahun 2019 sebagai tahun sustainable superior performance untuk menuju world class di tahun 2020,” ujarnya.

Berbagai upaya yang akan dilakukan oleh Pelabuhan Bengkulu di tahun 2019 mencakup 4 program strategis. Pertama percepatan pembangunan terminal curah cair diatas lahan 17 ha dengan kapasitas 5 juta ton. Saat ini dalam proses perijinan pembangunan Terminal Curah Cair dan 2 (dua) Tambahan Fasilitas Dermaga Curah Kering masih di Kementerian Perhubungan diharapkan awal Januari 2019 ini, perijinan dapat diselesaikan.

Kedua, pengembangan Terminal Curah Kering, dengan tambahan 2 dermaga yakni Dermaga Jetty A dan Dermaga Bukit Sunur. Diharapkan akan ada tambahan kapasitas 1,5 juta ton batu bara yang ditangani di dua terminal tersebut. Ketiga pembangunan Instalasi Karantina Hewan ((IKH) dan keempat, penataan Dermaga Nusantara dan Terminal Perikemas. Diharapkan untuk penataan terminal petikemas dilengkapi dengan ICT berbasis Terminal Operating System” yang akan “go live” pada Februari 2019” mendatang.
Ditambahkan, untuk tambahan fasilitas dermaga 2 unit dermaga untuk kegiatan bongkar muat batu baran yakni Dermaga Jetty A dan Dermaga Eks Bukit Sunur dengan total investasi mencapai Rp 24 miliar. Untuk Jetty A telah diselesaikan 100% yang dilengkapi dengan fasilitas pendukungnya berupa conveyor dengan kapasitas 1.500 ton/jam.

Sementara, untuk Dermaga Eks Bukit Sunur diharapkan akan selesai pada triwulan I/2019. Saat ini dermaga twrsebuat sedang dilaksanakan pembangunan berupa dermaga floating rampdoor yang nantinya digunakan untuk melayani kapal jenis tongkang dengan kapasitas 10.000 ton serta didukung dengan fasilitas lapangan dan peralatan bongkar muat berupa 1 unit excavator dan 1 unit whell loader dengan nilai total investasi mencapai Rp 6,5 miliar.

Dampak Pembangunan Terminal Curah Kering

Apabila 2 dermaga pada terminal curah kering sudah dioperasikan, diharapkan akan meningkatkan pendapatan dan nilai aset kepada perusahaan yang pada gilirannya akan memberikan peningkatan deviden kepada pemerintah. Dampak langsung dari pembangunan terminal ini: pertama, peningkatan kapasitas daya tampung kapal dengan kapasitas bongkar muat curah kering dari 2,4 juta ton menjadi 3,5 juta ton serta dapat melayani kapal besar (Mother Vessel) serta kapal jenis tongkang.

Kedua, tersedianya dedicated terminal untuk barang curah kering, sesuai dengan jenis barang yang dibongkar dan muat di terminal tersebut. Ketiga, mampu melayani kapal-kapal diatas 35 ribu ton dengan peningkatkan produktivitas terminal, tentunya terminal ini akan menjadi “Port of Choice” (pelabuhan pilihan) bagi kapal liner internasional dan regional yang pada akhirnya terminal akan menjadi HUB PORT di pantai barat Indonesia.

Keempat, membantu menurunkan biaya logistic cost dengan tersedianya terminal yang didukung dengan peralatan dan produkvitas tinggi. disertai dengan service pelayanan yang baik. Kelima, peningkatan aktivitas dan operasional pelabuhan yang diimbangi dengan produktivitas dan standar pelayanan yang baik, akan berdampak pada peningkatan penghematan biaya operasional kepelabuhanan dan penghematan nilai waktu (Value of Time). “Bagi pengguna jasa, tentunya ini memberikan kontribusi pada efisiensi biaya transportasi yang ditanggung oleh pelanggan /pemilik barang/cargo owner yang pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian nasional,” pungkas Hambar Wiyadi.(Benny PS)

About The Author