Select Page

Kadispora Aceh Berharap Kongres KNPI Terlaksana di Aceh Pada Oktober Ini

Kadispora Aceh Berharap Kongres KNPI Terlaksana di Aceh Pada Oktober Ini

WahanaIndonesia.com | Banda Aceh – Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke-XV yang dijadwalkan akan berlangsung di Provinsi Aceh pada bulan Oktober 2018 mendatang telah menemukan titik terang. Sebelumnya Kongres KNPI di Aceh ini memunculkan dilema tersendiri dimana Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) enggan mencairkan anggaran karena beberapa alasan.

Bahkan beberapa waktu lalu Ketua KNPI Aceh, Wahyu Saputra mempertanyakan sikap Kadispora Aceh yang menahan anggaran untuk kegiatan even nasional tersebut, padahal pihaknya terus melakukan persiapan untuk menyukseskan Kongres KNPI di Aceh, baik dalam bentuk sosialisasi atau keperluan lainnya.

“Untuk persiapan secara administrasi sudah berjalan dengan bagus, namun Kadispora Aceh belum mau mencairkan anggaran, karena beliau mungkin masih menganggap dualisme di KNPI. Padahal semua OKP di Aceh berada dibawah naungan kita. Kalau memang Kadispora dan Pemerintah Aceh ragu silahkan panggil OKP di Aceh satu per satu, tanyakan mana KNPI yang sah,” ujar Wahyu menjawab media ini usai menghadiri rapat dengan Komisi V DPRA, di Banda Aceh, Rabu (5/9/2018).

Guna mempertanyakan keberlanjutan Kongres KNPI ke-XV di Aceh, pada Rabu (12/9/2018) sore, puluhan unsur OKP/Ormas yang terhimpun dalam pengurus KNPI Aceh melakukan pertemuan dengan Kadispora Aceh, Darmansyah di Aula dinas dimaksud.

Saat dikonfirmasi awak media, Ketua KNPI Aceh Wahyu Saputra mengatakan bahwa pertemuan dengan Kadispora Aceh tersebut hanya untuk memperjelas keberlangsungan Kongres KNPI di Aceh. “Pengurus KNPI hanya meminta kejelasan mengenai Kongres KNPI ke-XV di Aceh kepada Kadispora,” ujar Wahyu Saputra.

Sementara Kadispora Aceh, Darmansyah saat ditemui langsung mengatakan terkait anggaran Kongres KNPI sama sekali tidak bermasalah. Ia menjelaskan pertemuan dengan pengurus KNPI Aceh hanya untuk meluruskan beberapa penolakan yang muncul baru-baru ini.

“Alhamdulillah, setelah kita duduk bersama sudah kita jelaskan semuanya, apa yang menjadi tugas KNPI secara intern dan apa yang harus dilakukan oleh Dispora Aceh. Jadi kalau semuanya telah selesai maka kita akan menuju pada pelaksanaannya,” ujar Darmansyah, Rabu (12/9/2018).

Dalam kesempatan ini, Darmansyah membantah keras tudingan ada unsur politik dibalik belum cairnya anggaran Kongres KNPI. Dia mengaku tidak mempermasalahkan tudingan tersebut karena menurutnya itu merupakan hal yang wajar dalam berpendapat. “Tidak ada politik itu, apa yang berkembang diluar anggap saja sebagai masukan dan kritikan yang membangun, semua tudingan tersebut kita hargai namun kita tidak resah dengan hal tersebut. Saya pikir itu hal yang wajar-wajar saja,” ungkapnya.

“Orang ngomong kita hargai semua, yang penting Kongres KNPI kita mohon pada Allah bisa terlaksana di Aceh,” harap Kadispora.

Kadispora turut mempertegas eksistensi Aceh sebagai tuan rumah Kongres KNPI ke-XV, dengan mengharapkan KNPI Aceh agar segera mengantongi surat tertulis dari KNPI Pusat perihal penunjukan Aceh sebagai tuan rumah. “Surat keputasan mengenai tuan rumah dari DPP harus secara tertulis, dan ini belum kita miliki, karena ini sudah sangat dekat maka harus segera kita miliki,” pungkasnya. (TRDC/RBR)

About The Author