Select Page

BUMN Sepakati Kerjasama Senilai Rp 202T Dengan Investor di Pertemuan IMF-WB

BUMN Sepakati Kerjasama Senilai Rp 202T Dengan Investor di Pertemuan IMF-WB

W I | Bali,-  Di hari keempat IMF-WB, Indonesia berhasil kantongi investasi Rp 202,5 triliun. Investasi ini akan digunakan untuk pengembangan proyek infrastruktur. Sebanyak 19 perusahaan BUMN meneken kesepakatan kerja sama investasi dan pembiayaan dengan investor dan lembaga keuangan senilai US$13,5 miliar atau sekitar Rp202 triliun. Penandatanganan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara paralel Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia 2018 (IMF-World Bank) di Nusa Dua, Bali (11/10).

Menteri Koordinator Darmin Nasution mengungkapkan sejak awal pemerintahan, Presiden Joko Widodo selalu bersemangat dan fokus dengan pembangunan infrastruktur dan proyek strategis nasional lainnya.

“Saya perlu beri apresiasi kepada Kementerian BUMN dan para BUMN, juga para investor. Kami akan selalu mendukung agar proyek strategis BUMN dan mitra strategis baik luar maupun dalam negeri sehingga dapat selalu berjalan dengan baik,” ujar Darmin di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10).

Berikut daftar kerja sama investasi dan pembiayaan yang ditandatangani pada hari ini :

  1. Strategic Partnership senilai US$400 juta antara PTGMF AeroAsia Tbk dan Airfrance Industries serta KLM Enginering & Maintenance
  2. Partnership senilai US$500 juta antara GMF AeroAsia dan China Communications Contruction Indonesia.
  3. Peluncuran penawaran kerja sama strategis Bandara Kualanamu oleh PTAngkasa Pura II (Persero) kepada investor, senilai hingga US$500 Juta.
  4. Strategic Partnership senilai US$100 juta antara PT Pindad (Persero) dan Waterbury Farrel.
  5. Strategic partnership senilai US$320 juta antara PT Aneka Tambang Tbk dengan Ocean Energy Nickel International Pty. Ltd.
  6. Strategic Partnership senilai US$850 juta antara PT Inalum (Persero), Antam dan Aluminium Corporation of China Limited.
  7. Kerja sama senilai US$500 juta antara PT KAI (Persero), PT INKA (Persero) dan Progress Rail (Caterpillar Group).
  8. Kerja sama senilai US$185 juta antara PT Boma Bisma Indra (Persero) dan Doosan Infracore serta Equitek.
  9. KIK-Dinfra senilai US$112 juta oleh PT Jasa Marga dan Bank Mandiri serta pernyataan efektif OJK.
  10. RDPT PT Jasa Marga dan Bank Mandiri serta AIA, Taspen, Wana Artha, Allianz dan Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) senilai US$224 juta.
  11. Kerja sama investasi senilai US$6,5 miliar antara PT Pertamina (Persero) dan CPC Corporation.
  12. Kerja sama investasi senilai EUR150 juta antara PLN dan KfW.
  13. Kredit investasi senilai US$523 juta dari Bank Mega kepada PT Hutama Karya (Persero) untuk pembangunan ruas tol Pekanbaru – Dumai.
  14. Asset monetization senilai US$336 juta oleh Hutama Karya dengan ICBC, MUFG, Permata Bank, SMI.
  15. Kredit sindikasi US$684 juta kepada Hutama Karya dari Bank Mandiri, BRI, BNI, CIMB Niaga dan SMI.
  16. Investasi senilai US$310 juta antara Menjangan Group, ITDC dan Amorsk Group.
  17. Investasi senilai US$198 juta antara PT Wijaya Karya (Persero), ITDC dan Menjangan Group.
  18. Kerja sama pembiayaan proyek Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika antara ITDC dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) senilai US$248,4 juta.
  19. Kerja sama lindung nilai tukar berbasis Syariah senilai US$128 juta antara PTSMI dan Maybank (Red)

About The Author

Red