Select Page

James S Tambunan SH MH : Tegakkan Keadilan Bagi Capt MV Heng Smooth, Juliantono Ginting Yang Ditahan Di China

James S Tambunan SH MH : Tegakkan Keadilan Bagi  Capt MV  Heng Smooth,  Juliantono Ginting Yang Ditahan Di China
WI I Jakarta,-
Kuasa hukum Keluarga istri Juliantono Ginting, yaitu, James S Tambunan SH MH, dalam jumpa pers yang digelar di Kampus STIMAR, AMI Jakarta Timur  Jumat (30/8) menyampaikan,   bahwa  kronologis   JULIANTONO GINTING,  pada tanggal 01 Maret 2019  menandatangani Surat Perjanjian Kerja (Kontrak Of Employment)  di Jakarta dengan FOREVER RISE GROUP LTD dengan PT. ARMADA MARITIM NUSANTARA selaku Agen di Indonesia. Selanjutnya,  setelah Perjanjian Kerja ditandatangani, Agen memberangkatkan JULIANTONO GINTING dari Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta menuju Negara tujuan yaitu,  Negara Taiwan melalui Bandara Kaohsiung dan sesampainya di Bandara Kaohsiung, JULIANTONO GINTING memberitahukan kepada Klien Kami melalui telepon celulernya bahwa JULIANTONO  Ginting  telah tiba di Negara Taiwan.
Masih menurut Kuasa Hukum, bahwa JULIANTONO GINTING,   berdasarkan Perjanjian Kerja Laut (Contract Of Employment), sejatinya JULIANTONO GINTING berkerja diatas Kapal MV. ISE MARU, namun fakta dilapangan suami Klien Kami dinaikan dan bekerja pada Kapal HENG SMOOTH .
 Dengan perubahan kerja yang awalnya kerja di MV. ISE MARU sesuai dengan Perjanjian Kerja Laut kemudian berubah menjadi ke Kapal Cargo HENG SMOOTH, PT. ARMADA MARITIM NUSANTARA atau PT. BALENO SHIPING selaku Agen yang memberangkatkan tidak pernah memberi informasi mengenai perubahan tersebut kepada Klien Kami yang hingga berujung terjadinya penangkapan oleh pihak Kepolisian Negara China , kata James Tambunan.
Dimana sejak naik diatas Kapal HENG SMOOTH, JULIANTONO GINTING yang menjabat sebagai Master selalu berkomunikasi melalui telepon mengabari keadaan dan kondisi diatas Kapal hingga pada tanggal 05 April 2019 dan merupakan komunikasi terakhir, kata Jamaes Tambunan.
Selanjutnya,  pada tanggal 7 April 2019 melihat ada Miscall selama enam kali dari JULIANTONO GINTING, kemudian  Klien Kami mencoba menghubungi kembali namun tidak ada respon sama sekali Alias putus komunikasi. Penasaran dengan kejadian yang tidak biasa tersebut, Klien Kami berusaha menghubungi melalui telepon celuler dan mengirimkan WA namun tetap tidak mendapat respon .
 Akibat kejadian tersebut Klien Kami selalu gelisah dan sangat khawatir, sebab hal tersebut tidak seperti biasanya terjadi, ujar James Tambunan.
Tambahnya,  pada tanggal 15 April 2019, Klien Kami mendapat kiriman surat yang dikirim melalui Pos berasal dari Negara China. Surat yang diterima berbahasa China sehingga tidak paham maksud dan tujuan dari isi surat.
Selanjutnya, pada tanggal 20 April 2019 Klien Kami kembali mendapat kiriman surat dari Negara China dan setelah dibaca ternyata surat tersebut dikirim oleh Saudara JULIANTONO GINTING yang pada intinya menjelaskan yakni, “bahwa JULIANTONO GINTING sedang menghadapi masalah dan menitip pesan supaya dapat menjaga anak – anak dengan baik dan benar”.
 Setelah membaca surat tersebut, Klien Kami baru sadar bahwa surat yang diterimanya pada tanggal 15 April 2019 adalah surat yang masih terkait dengan masalah Penahanan JULIANTONO GINTING.
Untuk memastikan maksud surat dari aparat berwenang China tersebut, Klien Kami berusaha menerjemahkan surat berbahasa China dengan minta bantuan translater dan ternyata surat tersebut adalah surat pemberitahuan Penangkapan  JULIANTONO GINTING yang dikirim oleh Kepolisian Negara China terkait dugaan perbuatan Penyelundupan Barang Biasa.
Sementara,  mengetahui maksud dan tujuan dari surat tersebut, Klien Kami kebingungan mencari informasi terkait kebenaran dari surat yang diterimanya. Sehingga Klien Kami mendatangi Agen yang memberangkatkan yaitu PT. ARMADA MARITIM NUSANTARA yang terletak di Rukan Mitra Bahari 2 Jln. Jalan Raya Pakin Blok F.28 No. 1, Jakarta Utara untuk meminta informasi atas kejadian yang menimpa suami Klien Kami, namun sangat disayangkan perusahaan (Agen) sebagai pihak yang memberangkatkan JULIANTONO GINTING tidak menyampaikan informasi detail atas kejadian yang menimpa suaminya tersebut seolah ada yang ditutupi (tidak transparan).
Bahwa Klien Kami berusaha mendapat informasi detail dari Agen baik dengan cara mendatangi (Agen) PT. ARMADA MARITIM NUSANTARA, namun tetap tidak mendapat solusi ataupun langkah – langkah yang harus dilakukan guna menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh Saudara JULIANTONO GINTING melainkan menyuruh Klien Kami supaya tetap tenang cenderung mengentengkan masalah.
Ujar James Tambunan,  Kami juga sangat menyayangkan ketidak sigapan Agen untuk segera merespon keluhan Klien Kami yang sangat membutuhkan informasi mengenai kejadian yang dialami Saudara JULIANTONO GINTING, sehingga menimbulkan kesan bahwa Agen tersebut melakukan pembiaran atas kejadian alias abaikan.
Anehnya,  Agen juga tidak pernah melaporkan kejadian tersebut kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Negara China guna memantau atau memberikan Bantuan Hukum pada saat proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Kepolisian Negara China, hal ini terbukti setelah Kami melakukan konfirmasi melalui DIREKTORAT PERLINDUNGAN WARGA NEGARA INDONESIA DAN BADAN HUKUM INDONESIA KEMENTERIAN LUAR NEGERI menjelaskan bahwa perwakilan Kedutaan Besar Indonesia di Negara China tidak pernah menerima informasi terkait dengan adanya Warga Negara Indonesia sedang mengalami masalah Hukum di Negara China, jelas James Tambunan.
Menurut James Tambunan, bahwa terkait dengan persoalan Hukum JULIANTONO GINTING di Negara China, Agen/Perusahaan yang memberangkatkan JULIANTONO GINTING tidak memberikan informasi detail terkait hal apa JULIANTONO GINTING ditahan oleh aparat yang berwenang China .
 Kami selaku kuasa hukum istri JULIANTONO GINTING, menduga PT. ARMADA MARITIM NUSANTARA atau PT. BALENO SHIPING (Agen) melakuan pembiaran atas perkara yang menimpa JULIANTONO GINTING dengan tidak melapor ke KBRI di China atau Kemenlu sehingga bisa diberikan bantuan Hukum ;
Karena itu, akibat kelalaian yang dilakukan oleh PT. ARMADA MARITIM NUSANTARA, PT. BALENO SHIPING selaku Agen, menimbulkan ketidak pastian bagi JULIANTONO GINTING Khususnya Istri dan Anak – anaknya.
Untuk itu, pada tanggal 23 Juli 2019 Kami telah mendatangi PT. ARMADA NUSANTARA, Cunghoa selaku penanggung jawab mengatakan bahwa sebenarnya yang mempekerjakan JULIANTONO GINTING adalah PT. BALENO SHIPING yang berkedudukan di Ruko Cahaya Garden, Blok B2 No.5, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam dengan penanggungjawab JADI , ungkap James Tambunan.
Kami sudah mengirimkan surat Permohonan Perlindungan Hukum kepada Duta Besar RI di Beijing, No. 012/SPPH/JST/-Law Firm/VII/2019 tanggal 22 Juli 2019, Surat Permohonan Perlindungan Hukum kepada Menteri Perhubungan No.014/SPPH/JST-Law Firm/VII/2019 tanggal 23 Juli 2019, Surat Permohonan Perlindungan Hukum kepada Kementerian Luar Negeri dan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia, kata kuasa hukum istri JULIANTONO GINTING.
Masih menurut Kuasa hukum,  bahwa sejak dilakukan penahanan terhadap Klien kami Kementerian luar negeri Cq; DIREKTORAT PERLINDUNGAN WARGA NEGARA INDONESIA DAN BADAN HUKUM INDONESIA KEMENTERIAN LUAR NEGERI. Mengalami kebuntuan dalam memberi bantuan hukum sebab aparat yang berwenang China  belum memberikan akses kepada KJRI Shanghai ntuk bisa ketemu langsung  dengan JULIANTONO GINTING.
“KJRI Shanghai telah dapat informasi dari Kepolisian Lianyunggang bahwa berkas perkara JULIANTONO sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, untuk mengetahui proses selanjutnya KJRI masih menunggu Contak person kejaksaan yang menangani kasus yang bersangkutan” Kata Jhuda Nugraha Dari  DIREKTORAT PERLINDUNGAN WARGA NEGARA INDONESIA DAN BADAN HUKUM INDONESIA KEMENTERIAN LUAR NEGERI ;
 Menurut Jhuda Nugraha, Dugaan kasus penyelundupan barang tidak hanya melibatkan JULIANTONO GINTING tetapi ada juga WNI lainya yaitu DADANG SUTARDI dan JONI  dalam kasus yang sama, sementara 7 WNI lainnya, HIDAYAT, HARTONO, TOLIP, TURCIA, RIZKY, ARYA dan RAHMAN telah dibebaskan karena berdasarkan hasil insvestigasi Kepolisian China dinyatakan tidak cukup bukti.
Masalah  perkara ini sudah kita laporkan kepada Presiden Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan, Duta Besar Indonesia di China, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) (bukti terlampir) namun hingga saat ini belum ada penyelesaian yang kongkrit (mengendap), ujar James Tambunan SH MH, selaku kuasa hukum istri JULIANTONO GINTING pada pers. Kuasa  Hukum Keluarga Juliantono Ginting yaitu, James S Tambunan SH MH, mengharapkan Keadilan di tegakkan padaJuliantono Ginting,dan apa yang diperbuat serta kondisinya seperti apa, juga apa upaya pemerintah Republik Indonesia  terhadap Juliantono Ginting karena istri anaknya menunggu kabar baik seperti apa, kalau bisa segera pulang,  pungkasnya.   (Benny PS)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: