Select Page

Orientasi wartawan Forwami 2019 DiLaksanakan Di PT PMLI Bogor

Orientasi wartawan Forwami 2019 DiLaksanakan Di PT PMLI Bogor

 

WI I Ciawi/ Bogor,-

Undang Undang No 40/1999 tentang Pokok Pers  melindungi para pekerja media dalam menjalankan tugas tugas jurnalistik. wartawan bebas menulis napapun sepanjang taat pada kode eti jurnalistik.

Dalam kaitan pemberitaan wartawan ‘ Imun’ terhadap UU No 11/2008 tentang Inforemasi dan Taransaksi Elektronik  (ITE. Pihak npihak yang merasa dirugikan dengan pemberitaan bisa mengajukan bantahan sebagai hak jawab.

Imunitas wartawan terhadap UU ITE tentu dengan syarat media yang bersangkutan berbadan hukum sesuai yang diatur  dalam UU Pokok Pers. Dalam menjalankan tugas wartawan juga diabantu dengan UU No 14/2008 tentang keterbukaan Informasi Publik. Sepanjang yang dibutuhkan bukan poengecualian informasi untuk publik, siapapun   orang maupun korporasi wajib memenuhi permintaan informasi tersebut, demikian dipaparkan Wens Manggut, dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dalam Orientasi Wartawan FORWAMI 2019 yang bertemakan Peningkatan Sumber Daya Manusia Di Era Digital Dan Industri 4.0, digelar di PT Pendidikan Maritim Dan Logistik Indonesia, Ciawi-Bogor (26/11).

Jadi Insan Pers  jangan takut menulis berita karena khawatir terkena delik UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Karena ancaman ITE dikecualikan pada wartawan yang dilindungi oleh UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Hal itu ditegaskan  Kepala Biro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu pada Acara Orientasi Jurnalis yang digelar Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) di IPC Corporate University Ciawi, Bogor, Selasa (26/11).

“Tapi yang menjadi masalah”, katanya , kalau portal, website atau media online tidak terdaftar di dewan pers,
bisa berdampak pada berita tersebut tidak dianggap sebagai produk jurnalistik, sehingga bisa terkena delik UU ITE.

Ditanya BeritaTrans.com, Ferdinandus mengatakan UU ITE tersebut dikecualikan pada wartawan didasarkan MoU Kapolri dan Dewan Pers.”Kalau gak salah tahun tahun 2012,” ujarnya.

Kegiatan Orientasi jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) 2019 dibuka oleh Fajar Setiyono, Corporate Secretary, Bidang Kehumasan  PT.Pelabuhan Indonesia II/IPC.

Kegiatan Orientasi berlangsung selama dua hari bertema ‘Peningkatan Sumber Daya Manusia di Era Digital dan Industri 4.0’.

Turut hadir bdalam acara ini yaitu,   para SDM Humas dari 17 anak usaha Pelindo II/IPC. Selanjutnya, anggota Komisi Informasi Pusat RI, Roman Lendong, .Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) RI, Ferdinandus Setu yang menyampaikan makalah bertema ‘Media dan Fenomena Hoax di Indonesia’.

Fajar mengharapkan kemitraan antra IPC dan Forwami yang telah terjalin sinergi yang positif, siap bantu informasi. Kritik dan  saran kami butuhkan secara formal dan komunikasi yang sudah berjalan  ditingkatkan.

“Kami harapkan konten berita mengenai pelabuhan bisa berimbang. Untuk itu jika ada hal yang belum jelas berkaitan dengan korporasi dan anak perusahaan IPC agar dikonfirmasikan langsung ke kami,”ujarnya.
.
Ketua Forwami Damas Jati mengatakan kegiatan ini diharapkan memberikan 1tambahan wawasan baru bagi para wartawan anggota Forwami.

“Sebagai wartawan yang biasa meliput sektor kemaritiman, kita banyak berhubungan dengan nara sumber termasuk korporasi, stakeholders maupun asosiasi,” harapnya.

Sabri Saiman selaku pembina Forwami mengingatkan perlunya sinkronisasi antar kementerian dan lembaga supaya Industri Maritim RI berkembang.Tulisan insan pers dapat memajukan Maritim, jelas Sabri Saiman. Kemudian H Kamsul Hasan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dengan makalahnya bertemakan Penerapan Pedoman Media Siber. (Benny P Silalahi)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: