Select Page

Rakernas ISAA 2019, Meningkatkan Peran Dan Fungsi Keagenan Kapal Lebih Profesional & Berdaya Saing Global

Rakernas ISAA 2019, Meningkatkan Peran Dan Fungsi Keagenan Kapal Lebih Profesional & Berdaya Saing Global

WI | Jakarta,- Ketua Umum Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA) H.Juswandi Kristanto, menyatakan, bahwa Rakernas ini dilaksanakan dalam rangka menguatkan konsolidasi sesama perusahaan dan anggota ISAA.

Rakernas ISAA 2019 itu dihadiri oleh sejumlah tujuh belas  Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) dan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) ISAA seluruh Indonesia, yakni, DPW Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Palembang, Lampung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat (Cirebon), Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan, Selain itu juga DPC Cilacap dan DPC Balikapapan.

Perusahaan keagenanan kapal yang tergabung dalam Indonesia ISAA menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) bertujuan guna  meningkatkan peran dan fungsi keagenan kapal lebih profesional dan berdaya saing global.

Rakernas ISAA ini, dibuka Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut Ditjen Hubla Kemenhub, Wisnu Handoko, di Jakarta pada Jumat (25/1/2019) di hotel Harris Kelapa Gading Jakarta Utara.

Rakernas yang menjadi ajang konsolidasi dan dikemas dengan dialog interaktif yang menghadirkan nara sumber kompeten itu, dihadiri seluruh perwakilan wilayah (DPW/DPC) ISAA yang ada di Indonesia.

Wisnu mengungkapkan, peran perusahaan keagenan kapal cukup penting dalam mendukung kelancaran layanan angkutan laut dan logistik nasional.

Dia juga mengatakan, hingga saat ini terdapat 303 surat izin usaha perusahaan keagenan kapal (SIUPKK) yang telah diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan.

Keberadaan ISAA disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM  pada  2017 dengan nomor AHU-0009909.AH.01.07. /2017. Selain itu, Kementerian Perhubungan juga menyakatan ISAA Sebagai Mitra pemerintah (Kemenhub) melalui KM Nomor KP 1038 /2017.

Usaha keagenan ditetapkan dalam UU Pelayaran No.17/2008 Pasal 31 untuk kelancaran kegiatan angkutan di perairan dapat diselenggarakan usaha jasa terkait antara lain pada poin (J) Keagenan Kapal.

Kementerian Perhubungan juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 11/ 2016 , tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Keagenan Kapal.

Hal Senada dikatakan GM IPC Tanjung Priok Mulyadi, sebagai narasumber pada acara Rakernas ISAA menyatakan, tentang transformasi pelabuhan, implementasi digital port, penàtaan dan pengembangan dalam rangka menyongsong 2020.

Sejalan dengan Road Map sampai 2020 PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) berambisi untuk menjadi Operator berkelas International (World Class Port). Masih menurut Mulyadi, dalam rangka mewujudkan world class port tersebut dimana target yang harus dicapai di 2019 adalah harus pada sustainable superior performance, paparnya.(Benny PS)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: