Select Page

PMI dan Relawan Kemanusiaan Lintas Komunitas Hadiri Peringatan HKBN 2019 di Pidie Jaya

PMI dan Relawan Kemanusiaan Lintas Komunitas Hadiri Peringatan HKBN 2019 di Pidie Jaya

Wahana Indonesia. – Meureudu, Pidie Jaya. – PMI Pidie Jaya dan sejumlah relawan lintas komunitas, masyarakat, unsur dunia usaha, TNI/Polri dan Pemerintah dalam lingkup Kabupaten Pidie Jaya hadir dalam kegiatan acara Simulasi dan Apel Kesiapsiagan di lapangan Kota Meureudu Kabupaten Pidie Jaya pada hari Jumat tanggal 26 April 2019.

Kegiatan tersebut diawali dengan apel simulasi. Setelah mendengar arahan di dalam apel simulasi para relawan dan siswa/siswi menuju posko tempat penampungan korban gempa dan posko pengungsian yang telah ditentukan. Semua peserta siap untuk mendengar perintah lanjutan dari pimpinan masing-masing.

Penanggung jawab kegiatan ini adalah Bapak M. Nasir, SPd selaku KepalaPelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  serta Drs Ismail Ibrahim  sebagai pelaksana Kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasiaonal (HKBN) tahun 2019 di Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam simulasi ini diikuti oleh 1600 orang peserta dengan tingkat korban bermacam dari luka di kepala, lengan patah serta korban pingsan. Adapun tim yang mengikuti simulasi ini terdiri dari anak sekolah SD, MIN, SMP, MTSN, SMU, MAN di sekitar Kota Meureudu, masyarakat, PMI, TAGANA, PRAMUKA, FORSMAP, RAPI, SAR, PSC, ambulans DINKES, DAMKAR dan mobil operasional BPBD Pidie Jaya dan dibantu juga oleh TNI dan POLRI.

Begitu suara sirene dibunyikan suasana lapangan mulai gaduh, setiap anggota organisasi telah siap siaga di tempat masing-masing. Selain PMI, juga TAGANA, PRAMUKA, FORSMAP, RAPI,SAR,  PSC, ambulans DINKES, DAMKAR, dan mobil operasional BPBD Pidie Jaya dan tim-tim yang lain sudah siap dengan tugasnya masing-masing.

Peserta yang mengikuti acara simulasi terdiri dari masyarakat desa setempat dan anak-anak sekolah yang dekat dengan lapangan kota Meureudu. Tak sedikit masyarakat yang ikut menyaksikan acara yang di prakarsai oleh BPBD Pidie Jaya, walaupun acara tersebut hanya sebagai contoh atau simulasi tapi pelaksanaannya seperti sedang terjadi bencana alam.

Dimana terlihat jelas disitu tim PMI sibuk dengan tugasnya sendri menangani masyarakat yang sedang dilanda musibah,mareka melakukan Pertolongan Pertama dan melakukan asismen, TAGANA menenangkan masyarakat agar tidak panik dalam menghadapi musibah bencana alam, setelah itu mareka mendirikan tenda tempat penampungan sementara dan menyediakan kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang di landa bencana seperti dapur umum dan logistik. sementara tim PRAMUKA sibuk menenangkan anak-anak sekolah yang ikut terlibat dalam simulasi.

Tim FAMe Pidie Jaya melakukan kegiatan mencari informasi tentang awal terjadinya bencana alam serta jumlah bangunan yang hancur dan jumlah korban dalam musibah bencana gempa bumi. Setelah itu mareka menyerahkan kepada tim RAPI untuk diinformasi tentang terjadinya bencana alam dan data jumlah korban serta kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan yang sangat mendesak.

Tim SAR sibuk mencari korban yang dilanda bencana, setiap korban yang ditemukan langsung mareka bawa ke posko PMI, di sana tim dari PSC telah menunggu dengan sigap, setiap korban yang masuk langsung mereka berikan pertolongan pertama.

Tak ketinggalan Tim ambulans yang hilir mudik dengan suara surenenya yang memecahkan kegaduhan untuk mengangkut korban-korban ke rumah sakit. Sementara mobil DAMKAR sibuk dengan mengantar air bersih ke posko untuk kebutuuhan masyarakat. Adapun mobil operasional BPBD Pidie Jaya sibuk mengangkut barang-barang logistik yang diperlukan oleh masyarakat selama di penampungan.

Setelah latihan simulasi bencana alam selesai semua peserta beristirahat sebentar untuk menghilangkan lelah sambil minum-minum dan snack. kemudian mereka semua bersiap-siap untuk mengikuti upacara Hari Kesiap Siagaan Bencana Nasional (HKBN) tahun 2019.

Upacara HKBN diikuti oleh instansi yang bernaung di lingkungan pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan tim-tim yang terlibat dalam acara simulasi tanggap darurat bencana alam. Bertindak selaku inspektur upacara Bapak Drs H. Abdurarrahman Puteh, S.E. MM selaku sekda Pidie Jaya dan Bapak Up M. Yakop MP Ketua Forum Keuchik Kecamatan Merah Dua selaku Komandan upacara HKBN.

Dalam amanatnya Inspektur upacara mengatakan pentingnya masyarakat memahami bagaimana cara mengatasi bencana alam. Karena dalam geografi Indonesia terdiri dari tiga lempeng tektonik dunia merupakan daerah yang rawan terhadap gempa bumi.

Sejarah gempa bumi di Indonesia mengindikasikan terdapat banyaknya insfrastruktur yang rusak maupun hancur akibat bencana. masih belum hilang dari ingatan kita sejarah gempa dan sunami tanggal 26 desember 2004 dan gempa bumi tanggal 7 Desember 2016 dimana banyak pihak belum berperan dan belum terkoordinir secara baik serta belum punya keahlian atau skil yang memadai untuk berperan maksimal dalam penanggulangan bencana.

Pengurangan resiko bencana merupakan bagian penting sesuai dengan undang-undang nomor 24 tahun 2007 sebagai upaya proaktif dalam mengelola bencana.

“Oleh sebab itu setelah mengetahui risiko bencana di suatu wilayah langkah selanjutnya adalah melakukan tata kelola upaya penanggulangan bencana yang lebih baik. Melalui upacara HKBN 2019 dan simulasi gempa bumi ini” kata Sekda Pidie Kaya itu.

“Kita harapkan dapat menambah dan memperdalam pemahaman kita bersama untuk lebih fokus dan punya komitmen yang lebih tinggi dalam membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan cara membangun partisipasi semua pihak. Makanya perlu sekali adanya kesiapsiagaan bencana karena bencana itu bisa datang dimna saja kapan saja yang penting kita selalu siap siaga penanggulangan bencana.” Ujar Sekda Pidie Jaya, Abdurrahman Puteh menutup Upacara HKBN 2019 di Pidie Jaya. (Red/).

*) Reportase oleh Mursyidah S.Pd, biasa dipanggil Tiara lahir di Desa Bale Busu, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie. Awal karir di SMA 1 Teupah Selatan kemudian pindah ke SMAN 1 Sibigo dan terakhir pindah ke Pidie Jaya di SMPN 7 Bandar Baru. Aktif di organisas PMI Pidie Jaya, Forum Aceh Menulis (FAMe) Pidie Jaya dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Pidie Jaya.

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: