Select Page

Biro Klasifikasi Indonesia Mengadakan Workshop Keselamatan Industri Maritim

Biro Klasifikasi Indonesia Mengadakan Workshop Keselamatan Industri Maritim

WI | Jakarta,- Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) mengadakan workshop di gedung BKI Tanjung priok (26/2). Acara tersebut dihadiri lebih dari tiga puluh peserta yang berprofesi sebagai wartawan dari berbagai media.  Tujuan acara tersebut yaitu untuk memberi pemaparan kepada wartawan tentang pentingnya menjaga aspek keselamatan dari kapal yang beroperasi diperairan Indonesia.

Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) menjadi badan klasifikasi ke-4 di Asia setelah Jepang, China dan Korea, dan menjadi satu-satunya badan klasifikasi nasional yang bertugas untuk mengklaskan kapal-kapal niaga berbendera Indonesia dan kapa lberbendera asing yang secara reguler beroperasi di perairan Indonesia.

Kegiatan klasifikasi BKI merupakan pengklasifikasian kapal berdasarkan konstruksi lambung, mesin dan listrik kapal dengan tujuan memberikan penilaian teknis atas laik tidaknya kapal tersebut untuk berlayar. Selain itu, BKI juga dipercaya oleh Pemerintah untuk melaksanakansurvei dan sertifikasi statutoria atas nama Pemerintah Republik Indonesia, antara lain Load Line, ISM Code dan ISPS Code.

Dalam kata sambutannya, Saifuddin wijaya yang menjabat sebagai Direktur pengembangan Sumber Daya, menjelaskan bahwa “saat ini kapal yang telah teregister oleh BKI sebanyak 11.500 kapal”

“BKI juga sudah mengajukan sertifikasi yang diakui dunia yakni IACS, mungkin tiga hingga empat tahun mendatang kita targetkan sudah terdaftar di IACS, sehingga kapal-kapal asing yang hendak masuk ke Indonesia bisa langsung Klasifikasi langsung oleh BKI tanpa harus menggunakan lembaga survei asing” ungkap Saifuddin.

Ia juga menjelaskan sulitnya mendapat pengakuan dari IACS lantaran banyaknya syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi bagian dari IACS.

Pencapaian terbesar BKI adalah berhasilnya membangun JANGKRIK Floating Production Unit FPU pada tahun 2016.

“Pembangunan FPU JANGKRIK dilakukan di dua tempat yakni untuk hull atau lambung di Hyundai Heavy Industry, Ulsan-Korea Selatan, sedangkan topside atau bangunan atas dibangun di Galangan Saipem Indonesia, Tanjung Balai-Karimun, Kepulauan Riau”, ungkap Arif Budi Permana,

Diakhir acara, Direktur Utama BKI Bapak Rudiyanto menyampaikan

“Semoga dengan workshop ini masyarakat lebih mengenal BKI, khusunya para nelayan ikan yang sering mengabaikan keselamatan, dengan diadakannya workshop ini menjadi edukasi kepada masyarakat bahwa keselamatan di kapal itu penting”, tutupnya.

About The Author

Red

Redaktur Pelaksana Tlpn/WA : 08888917522 / 085261780596 email: redaksi@wahanaindonesia.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: