Select Page

Lelang Jabatan Pemprov Jawa Barat, Ridwal Kamil Libatkan BIN, KPK Hingga PPATK

Lelang Jabatan Pemprov Jawa Barat, Ridwal Kamil Libatkan BIN, KPK Hingga PPATK

WI | Bandung,- Proses lelang terbuka jabatan tinggi pratama di Pemprov Jawa Barat menuju tahap akhir. Selama proses seleksi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), hingga Badan Intelijen Negara ( BIN).

“Prosedur saja, ya enggak kenapa-kenapa, kan mau orang yang terbaik. Pintar saja tidak cukup. Tapi, kalau ada catatan-catatan yang perlu menjadi perhatian, kan harus menjadi masukan buat saya,” kata Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung Sate, Jumat (25/1).

Proses lelang terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II) di 15 posisi sudah mulai dibuka pada 29 Desember 2018 hingga 12 Januari 2019 lalu.

Adapun jabatan yang dilelangkan antara lain, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

Lalu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Biro Hukum dan HAM, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Kepala Biro Umum, Kepala Biro Humas dan Protokol, serta Kepala Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial.

“Ada 15 jabatan kosong, sangat banyak yang akan dilelang. Dua pertiganya (untuk) eselon II level kepala dinas,” ujarnya Ridwan Kamil.

Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Pemprov Jawa Barat ini diikuti oleh 266 pendaftar untuk mengisi 15 posisi atau jabatan. “Kemudian setelah dilakukan seleksi administrasi maka ada 113 orang yang dinyatakan lolos administrasi untuk 15 posisi dan satu posisi ditunda, yakni untuk jabatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat karena pendaftar yang lolos hanya satu peserta dari tujuh orang yang mendaftar,” ujarnya.

Gubernur Ridwan Kamil sendiri memastikan pola konsultasi yang dilakukan pihaknya ke tiga lembaga tersebut guna menghasilkan figur kepala dinas yang cakap juga bersih. “Pintar saja nggak cukup,” katanya.

Pihaknya juga memastikan tidak ikut campur dengan proses seleksi. Saat ditanya terkait banyaknya alumni ITB dia berkilah hal itu sebagai sesuatu yang wajar. (Red)

 

About The Author

Ian Manurung

Redaktur Ekeskutif Tlpn/WA : 08888917522 / 085261780596 email: redaksi@wahanaindonesia.com

Social Media

Kategori

Android

Download Aplikasi android: