Select Page

Penasehat Hukum, Andreas Na Hot Silitonga SH : Keterangan Saksi Yang Dihadirkan JPU Beda Konteks Tidak Memberatkan Klien Kami

Penasehat Hukum, Andreas Na Hot Silitonga SH : Keterangan Saksi Yang Dihadirkan JPU Beda Konteks Tidak Memberatkan Klien Kami

WI | Jakarta,- Sidang lanjutan Terdakwa, Tedja Widjaya dalam agenda keterangan saksi dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrick Adhar, menghadirkan saksi Indra Hartono dan saksi ini pernah beli Ruko milik  terdakwa Tedja Widjaya, sidang lanjutan di gelar  di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara Rabu, (23/1).

Saksi Indra Hartono menjelaskan pada majelis hakim bahwa dirinya pernah bertransaksi pembelian dua unit Ruko seharga  Rp. 5,6 miliar dengan terdakwa Tedja Wijaya. Namun,  satu unit ruko ada perdamaian 2012 uang dikembalikan Rp 4 milliar dan yang  satu unit lagi itu tidak kunjung terealisasi.

Kata saksi pada majelis hakim, bahwa dirinya  sempat melayangkan surat pada terdakwa tapi tidak ada jawaban sehingga di whatsapp baru ada jawabannya yakni, dari terdakwa pembangunan  ada sedikit masalah dan akan sesegera mungkin dikerjakan pada tahun 2013, dikonfirmasi bagaimana  perkembangannya tidak ada kepastian akhirnya saya lapor ke polisi sekarang dalam tahap penyidikan.

kata saksi pada JPU, bahwa dirinya pernah gugat terdakwa secara perdata hasilnya perdamaian dan putusannya one prestasi, perdamai Lanjutnya, karena satu ruko belum dibayar dan terdakwa saya whatsapp akan saya laporkan pada Polisi, kata terdakwa silahkan, ujar saksi pada JPU.

Kuasa hukum terdakwa yaitu Andreas Silitonga menanyakan pada saksi Indra Hartono, tentang tahu nggak perjanjian terdakwa dengan Untag, jawaban saksi tidak tahu dan saya tanya lagi saksi, tahu nggak urusan sama Untag, tetap saksi jawabannya tidak tahu. Ujar terdakwa pada majelis hakim, bahwa keterangan saksi Indra Hartono dibenarkan terdakwa Tedja Widjaya daan saya akan berusaha mengembalikan pada pemilik semuanya, ujar terdakwa lagi pada majelis hakim.

Sementara Kuasa Hukum terdakwa Andreas Na Hot Silitongan, SH,  usai sidang menyatakan pada wahanaindonesia.com   bahwa saksi ini tidak memberatkan klien kami bahkan beda konteks. Lanjutnya, kasus kita ini Penipuan dan penggelapan korbannya Untag, khog dia sebagai korban lagi kasusnya lain. Dia bilang tadi beli ruko, ruko belum dikasih udah dibayar dan hubungannya sama dakwaan tidak ada. Kata Andreas lagi, saksi saya tanya tahu tidak urusan  dengan Untag, jawab saksi tidak tahu.  Lagi saya tanya saksi, tahu nggak  perjanjian Tedja Widjaya sama Untag, jawabannya salsi tidak tahu , begitu juga saya tanya saksi sertifikat mana sama untag, jawaban sakai tidak tahu juga. Jadi saksi tidak memberatkanlah, kata Andreas. Sidang diketuai majelis hakim Drs Tugiyanto SH, didampingi majelis anggota Salman Alvarisvdan Sarwono.

JPU Fedrick Adhar mendakwa Tedja Wijaya dengan tindak pidana atas dugaan melanggar  Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP, tentang penggelapan dan penipuan. Team penasehat hukum terdakwa yaitu,  Humpry Djemat SH, Andreas Na Hot Silitonga,  Andrias Hermanto SH, Adytias Sembada SH dan Lamgok Heriyanto Silalahi SH.(benny ps)

 

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: