Select Page

PANGLIMA KOLINLAMIL TUTUP LATIHAN PENGAWAK ALUTSISTA FROSCH CLASS

PANGLIMA KOLINLAMIL TUTUP LATIHAN  PENGAWAK ALUTSISTA FROSCH CLASS
WI I Jakarta,-
Satya Wira Jala Dharma. Latihan revitalisasi pemahaman pengoperasian KRI angkut tank jenis frosch berakhir Rabu (21/10) ditutup langsung Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Irwan Achmadi, M.Tr (Han) di Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (21/10).
Pelatihan yang didasarkan pada Peraturan Kasal nomor 26 tahun 2018 tentang keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan TNI AL dan Keputusan Kasal tanggal 13 juni 2016 tentang buku petunjuk pemeliharaan kapal TNI AL diakhiri dengan praktek menanggulangi keadaan darurat kapal mengalami kebocoran.
Panglima Kolinlamil mengharapkan usai mengikuti pelatihan ini para personel pengawak KRI tipe frosch dapat lebih mengoptimalkan kinerjanya dalam mengawaki alutsista yang menjadi tanggung jawabnya.
“Diharapkan tidak terjadi lagi missing link dalam pelaksanaan pengawakan, pemeliharaan dan perawatan oleh prajurit KRI khususnya jenis frosch ” ujar Panglima Kolinlamil.
Maka dari itu dengan kegiatan revitalisasi ini diharapkan dapat memberikan penyegaran kembali kepada para pengawak KRI jenis frosch terutama tentang menghadapi situasi darurat dikapal.
Pelatihan yang telah berlangsung sejak Senin (19/10) lalu dilaksanakan secara virtual sesuai dengan posisi di Kotama masing-masing selain Kolinlamil yaitu Koarmada I dan II. Hal ini sesuai dengan instruksi Kasal ditengah kondisi pandemi covid 19 untuk selalu mengedepankan protokol kesehatan.
Materi yang diberikan kepada para prajurit pengawak kapal perang frosch tersebut diantaranya pengetahuan tentang sistem tangki air laut, pengetahuan tentang sistem air laut balast pokok, pengetahuan tentang sistem balast bantu, pengetahuan tentang sistem vakum, pengetahuan tentang trim  variasi ballast dan pengetahuan kedaruratan kebocoran.
Panglima Kolinlamil juga menegaskan agar prajurit menggunakan kesempatan latihan ini untuk lebih memahami dan mengoptimalkannya sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas.
“Jadikan latihan sebagai dasar dalam melaksanakan tugas dengan pedoman dari materi yang telah diberikan” katanya.
KRI tipe frosch memiliki karakteristik yang berbeda dengan KRI pada umumnya. Sehingga para pengawak harus benar-benar memahami karakteristik kapal perang yang merupakan veteran perang dunia kedua.
Frosch class dengan bobot penuh (full) 1.900 ton adalah LST tipe medium (menengah). LST ini punya dimensi 90,70 x 11,12 x 3,4 meter. Ditenagai dua mesin diesel dengan dua shafts yang menghasilkan tenaga 12.000 bhp. Jangkauan berlayarnya bisa mencapai 2.450 km. Meski ukurannya medium, Frosch class dapat membawa 11 tank amfibi atau muatan kargo seberat 400 – 600 ton.  Untuk membawa pasukan pendarat, kapal dengan jumlah awak 42 orang ini diperkirakan bisa dimuati maksimum 1 kompi marinir.
Senjata yang melekat pada kapal pendarat ini sejatinya cukup sangar, karena dilengkapi beberapa Frosch dengan meriam laras ganda AK-725 kaliber 57mm, meriam ini dapat ditempatkan pada sisi haluan maupun buritan.
Sebagai elemen perlindungan (decoy) dari serangan rudal udara, Frosch class juga dibekali dengan dua dispenser chaff PK-16, masing-masing tabung terdiri dari 16 tabung peluncur. Kemampuan elektronik Frosch class ditunjang  satu radar navigasi TSR-333, satu radar MR-302 Rubka untuk identifikasi obyek di udara dan permukaan. (Benny P Silalahi/Dispen Kolinlamil)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pojok Update

Android

Download Aplikasi android: