Select Page

Polres Pelabuhan Ungkap Tindak Pidana Penjualan Airsoft Gun Melalui Media Sosial

Polres Pelabuhan Ungkap Tindak Pidana Penjualan Airsoft Gun Melalui Media Sosial

WI | Jakarta, – Wakapolres Pelabuhan Tanjung Priok Kompol Kurniawan, didampingi Kapolsek Kalibaru Kompol Agung Leksono, Kasat Reskrim dan Kasubag humas  Iptu Hendro Suprayitno, menggelar jumpa pers yang dilaksanakan di lantai dua Ruang Promoter Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Senin (21/1) dalam pengungkapan penjualan airsoft gun secara ilegal melalui media sosial, facebook dan Instagram, ujar wakapolres.

Lanjutnya, Kompol Kurniawan menyatakan, adanya perintah Kapolda Metro Jaya kepada seluruh jajarannya yakni,  Kapolres, untuk melaksanakan patroli baik patroli Cyber/ wilayah. Sehingga Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Reynold EP Hutagalung SE, SIK, M Si, MH memerintahkan Kasat Reskrim untuk menindak lanjuti, kata Wakapolres.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok , AKP Moh Faruk Rozi S IK M Si menyatakan, saat ini sudah mengamankan tiga tersangka dengan inisial JK, ULM dan FA, dan pengungkapan air soft gun ini dilaksanakan Patroli Cyber di dunia maya dimana kami melihat di akun akun, facebook maupun Instagram,  setelah itu kami adakan inventarisir dan dua tersangka diamankan di wilayah Kelurahan Papanggo Tanjung Priok berinisial DK dan ULM  serta kita temukan salah satu tersangka (FA) awalnya telah membuat postingan penjualan senjata jenis airsoftgun secara ilegal melalui online forum penjualan https://fjb.m.kaskus.co.id dengan postingan tersebut penyidik lakukan tehnik penyelidikan Undercover atau penyamaran.

Lanjutnya, pada Jumat (18/1), tim melakukan pemesanan senjata api airsoftgun kepada tersangka FA pemilik akun tersebut dan melalui WA, dari akun tersebut dikirim Foto airsoftgun lengkap dengan harga yang ditawarkan sebesar  Rp5,5 juta, lalu disepakati bertemu di wilayah Mall Pluit Penjaringan Jakut pada Jumat (18/1) pukul 17 00 wib dan parkiran Mall Pluit Village Penjaringan Jakut, tim berhasil mengamankan FA. Tersangka FA membawa tas warna hitam berisi senjata airsoftgun model Glock  warna hitam silver berikut empat buah magazine dan satu kantong plastik  peluru plastik warna putih. Kemudian tim mengamankan tersangka dan barang bukti serta dilakukan penggeledahan tempat tinggal FA di daerah Teluk Gong Penjaringan Jakut ditemukan sejumlah aksesoris senjata, tabung gas dan beberapa kantong plastik peluru plastik, papar Kasat Reskrim.

Selanjutnya dilakukan interogasi dimana awalnya, tersangka FA mengakui sudah dua kali melakukannya penjualan Senjata Airsoft gun secara illegal, tambahnya.Barang bukti yang disita sejumlah 23 pucuk senjatanya airsoftgun dan sudah terjual dari pengakuan dua orang tersangka sejumlah 40 pucuk senjata dan dari satu tersangka menjual tiga buah dimana salah satu tersangka DK memiliki izin dari binaan shooting Perbakin serta hasil konfirmasi dengan Shooting club’ Perbakin bahwa airsoft gun  sudah melarang memperjual belikan.

Airsoft gun ini hanya digunakan pada shooting club serta tidak boleh dibawa pulang apabila selesai pakai dikembalikan atau dititip pada shooting club dibawah binaan Perbakin, papar kasat reskrim.

Tersangka FA (37) warga Teluk Gong Jl B RT 013 RW 010 Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara berperan sebagai penjual Airsoft gun, para tersangka dijerat melanggar tindak pidana Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI No 12/1951 dengan ancaman hukumannya seumur hidup atau setinggi tingginya 20 tahun, jelas Kasat Reskrim AKP M Faruk Rozi .(Benny P Silalahi)

 

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: