Select Page

Meski Dinyatakan Berkas Perkara Lengkap, Polres Metro Tangerang Masih Belum Bisa Menghadirkan Tersangka

Meski Dinyatakan Berkas Perkara Lengkap, Polres Metro Tangerang Masih Belum Bisa Menghadirkan Tersangka

W I | Jakarta,- Sebagai pelapor, Suherman Mihardja, SH, MH, mengaku heran dan mempertanyakan sikap penyidik Polres Metro Tangerang Kota dalam menangani proses hukum dengan tersangka Hartanto Jusman.

Pasalnya, meski sudah menyatakan lengkap perkara dengan LP:B/682/VII/207 Res.Tangerang tersebut, namun hingga saat ini belum bisa menghadirkan tersangka ke pihak Kejaksaan Negeri Tangerang.

“Berkas sudah dinyatakan lengkap (P21), tapi kok tersangkanya hingga saat ini belum dapat dihadirkan oleh penyidik Polres Metro Tangerang Kota ke pihak Kejaksaan Negeri Tangerang, ada apa ini? wajar dong, saya sebagai pelapor dalam perkara ini mempertanyakan,” ujar Suherman Mihardja dalam keterangan pers nya di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Menindaklanjuti hal tersebut, Suherman Mihardja menyatakan sudah melayangkan surat ke Kapolres Metro Tangerang Kota tertanggal 18 Desember 2018. Inti surat tersebut agar pihak penyidik menghadirkan tersangka Hartanto Jusman yang hingga surat itu diajukan belum dapat dihadirkan, bahkan tidak jelas keberadaannya.

“Sebagai pelapor saya ingin mengetahui kejelasan pelimpahan perkara yang sudah dinyatakan P 21,” tegas pengusaha yang juga advokat ini.

Menurut Suherman, berkas perkara itu sudah dinyatakan lengkap berdasarkan Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Perkara tertanggal 15 November 2018. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tangerang Robert P.A Pelealu, SH, MH, menyatakan bahwa perkara Nomor: BP/73 tanggal 23 Agustus 2018 yang diterima pada tanggal 20 Oktober 2018 atas nama Hartanto Jusman yang disangka melanggar pasal 374 atau 372 KUHP setelah dilakukan penelitian hasil penyidikannya sudah lengkap.

“Dalam surat panggilan ke-1 tertanggal 22 November 2018 agar tersangka hadir pada tanggal 27 November 2018 untuk dihadapkan ke pihak kejaksaan, namun tidak hadir,” katanya.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh, tersangka Hartanto Jusman sempat dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta pada tanggal 26 November 2018, satu hari sebelum panggilan surat panggilan ke-1 dan penyidik sudah memeriksa di rumah sakit tersebut berikut keterangan dokternya,” sambung Pengurus DPC Peradi Jakarta Barat itu.

Ia menuturkan, upaya pihak penyidik untuk menghadirkan tersangka kembali gagal. Dalam surat panggilan ke-2 pada tanggal 1 Desember 2018 agar tersangka hadir pada tanggal 3 Desember 2018 di Polres Metro Tangerang Kota, tersangka kembali mangkir, bahkan tidak diketahui keberadaannya.

“Hingga saat ini tersangka belum dapat dihadirkan, melalui surat yang saya layangkan itu, saya berharap Kapolres Metro Tangerang Kota agar memperhatikan lebih serius proses penyidikan atas perkara yang saya laporkan ini, untuk menghindari adanya kepentingan oknum penyidik tertentu yang berusaha memperlambat, bahkan diduga melindungi tersangka dengan cara mengulur-ulur waktu, karena tersangka dalam perkara ini tidak ditahan meski saya menilai unsur pidananya sudah memenuhi,” ungkap Suherman sembari memperlihatkan surat dengan tembusan Kapolri, Wakapolri, Irwasum Polri, Kabareskrim Polri, Kadiv Propam Polri dan Kapolda Metro Jaya itu.

Sebelumnya, Jumat (15/12/2018), awak media mencoba melakukan konfirmasi dengan mendatangi Mapolres Metro Tangerang Kota, terkait menghilangnya tersangka Hartanto Jusman. Namun, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota AKBP Dedi Supriadi tidak dapat ditemui.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Metro Tangerang belum dapat memberikan keterangan apapun terkait keberadaan Hartanto Jusman yang tidak ditahan dalam perkara tersebut. (Benny PS)

About The Author

Red

Redaktur Pelaksana Tlpn/WA : 08888917522 / 085261780596 email: redaksi@wahanaindonesia.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: