Select Page

Tim Reskrim Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa, Ungkap Kasus Premanisme, Curat, Curanmor dan Judi Pakong

Tim Reskrim Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa, Ungkap Kasus Premanisme, Curat, Curanmor dan Judi Pakong
WI I Jakarta,-
Polsek Kawasan Sunda Kelapa  melalui tim Kriminalisasi ungkap kasus perjudian berdasarkan Laporan Polisi Nomor :169/20/K/VIII/2019/Ska tanggal 7 Agustus 2019, Lporan Polisi Nomor 196/23/K/VII/2019 Ska, tanggal 26 Agustus 2019 dan Laporan Polisi Nomor : 201/24/K/IX/2019Ska, tanggal1 September 2019, ada beberapa kasus diungkap Kapolsek Sunda Kelapa diantaranya kasus premanisme, dengan tersangka berinisial R (36), warga Blok Eceng RW 02 Muara Angke Jakarta Utara, ungkap Kapolsek Sunda Kelapa,Kompol Armayni SH MH, pada acara jumpa pers Rabu (14/9) yang digelar Mako Polsek Sunda Kelapa. Lanjut Armayni, waktu kejadian berawal pada Rabu (7/8) sekitar pukul 22 00 wib di PHPT Blok E No 6 Muara Angke  Kel Pluit Kec Penjaringan Jakarta Utara (Jakut).Kemudian, pada Senin (26/8) sekira pukul 22 00 wib di Parkiran Pelelangan TPI Muara Angke Kec Penjaringan Jakut, Selanjutnya, ujar Kompol Armayni, pada (1/9) pukul 00 15 wib di Depot Es Pasar Grosir Ikan Muara Angke Kèl Pluit Kec Penjaringan Jakut.
Kata, Kapolsek Sunda Kelapa Kompol Armayni, tersangka dengan sengaja menawarkan/ mengedarkan untuk bermain judi kepada khalayak umum guna mendapat keuntungan dan juga sebagai mata pencahariannya Sehingga kata Armayni, berdasarkan informasi dan keluhan masyarakat seputar Muara Angke tentang adanya peredaran judi jenis Pakong. Jelas Armayni , Jajaran Unit Reskrim Polsek Sunda Kelapa,langsung menindak lanjuti informasi tersebut dan kurun waktu 1 bulan berhasil menciduk 3 orang pelaku pengedar judi jenis Pakong ditempat yang berbeda wilayah aMuara Angke dan barang bukti (BB) berupa uang tunai total Rp 7.567.000,-uang ini hasil pasangan para pemasang berikut alat permainan dan angka pasangan judi, papar Kapolsek.
Adapun ketiga tersangka yakni, M (42), warga PHPT Pengasinan Blok E RT 006/ 001 Muara Angke Kel Pluit Kec Penjaringan  Jakut, J (40) beralamat Kp Blukbuk RT 001/003  Kel Blukbuk Kec Kronjo Kab Tangerang Banten atau Muara Angke Jakut dan MH (31) warga Jl Eceng Tanah Merah Penjaringan Jakut, ujar Kapolsek.
Barang bukti (BB) yang disita dari M berupa, 1 HP merk Oppo A35 warna casing biru berikut SIM Card 087720743377, uang tunai sejumlah Rp3.072 000, taruhan dari pemasang Pakong yang diterima oleh Tersangka saat dilakukan penangkapan 7 Agustus 2019, kata Kapolsek.
Lanjutnya, 1 buah dompet hitam merk  Vialli yang didalamnya tersimpan uang tunai sebesar Rp 2.900 000, adalah omzed keuntungan tersangka selama mengedarkan Judi Pakong. Masih menurut, Kapolsek, BB yang disita dari tersangka J adalah, Uang Tunai Rp545 000, 1 buah pulpen warna biru merk Faster dan 1 rekapan angkabpasangan Judi Pakong. Kemudian BB dari tersangka MH (31) yaitu, 1 buku rekapan berisi pasangan angka Judi Pakong, 1 pulpen warna coklat merk Faster, 1 HP Evercross warna putih merah dengan SimCard Indosat Mentari dan uang tunai sejumlah Rp 1 050 000, para tersangka terancam  Pasal 303 KUHP dengan ancaman pidana 10 tahun atau pidana denda paling besar Rp 25 juta,  papar Armayni.
Sementara itu,  kata Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa, Kompol Armayni, SH MH, didamping Kanit Reskrim Ikhrom,  Arif, Iptu Agus dan Kassubag humas Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Hendro C SH, bahwa berdasarkan laporan pengaduan serta keluhan masyarakat diwilayah hukum Polsek Kawasan Sunda Kelapa terkait adanya pelaku kejahatan yang meresahkan dilingkungan masyarakat serta menindak lanjuti perintah Pimpinan Polri guna menciptakan situasi kondisi yang kondusif di wilayah hukum masing masing. Polsek Kawasan Sunda Kelapa Jakut melalui Unit Reserse Kriminal telah melakukan upaya penindakan terhadap para pelaku kejahatan selama periode bulan Agustus dan September 2019, telah berhasil melakukan pengungkapan kasus terkait premanisme, Curhat, Curanmmor , jelas Kapolsek Sunda Kelapa.
Lalu, kata Kapolsek, unit reserse kriminal ungkap kasus premanisme berdasarkan Laporan Polisi No : LP /165/19/K/VII/2019/ Saka, tersangka R (33) warga Eceng RW 02 Muara Angke Penjaringan Jakut, melakukan aksinya Minggu 21 Juli 2019 pukul 01 00 wib dan melakukan tindak pidana pemerasan di lapak Pelelangan Ikan Muara  Angke Penjaringan Jakut.Tambahnya, sebagai korban yakni, J sebagai pedagang dan BB nihil serta modusnya tersangka meminta uang kepada korban secara paksa dengan ancaman apabila tidak dikasih akan dipukul. Adapun kronologis perbuatan tersangka berawal dari hari minggu 21Juli 2019, dilapak Pelelangan Ikan Muara Angke Penjaringan Jakut.Dimana tersangka R terhadap korban J, pada saat sedang berjualan ikan didatangi tersangka R dan seorang temannya (H DPO).Tersangka R meminta uang pada korban sebesar Rp 100 ribu, sementara temannya H hanya berdiri sampingnya saja.Pada awalnya korban menolak permintaan tersangka R, namun tersangka R marah dan mengancam akan memukul korban. Setelah menerima uang Rp100 ribu dan perbuatan tersangka disaksikan sekitar lapak korban serta tersangka lalu pergi dan menggunakan uangnya untuk beli minuman keras dan perbuatan tersebut sudah berlangsung 3 bulan, kata Kapolsek. Kata Kapolsek, perbuatan tersangka ini tidak ada yang berani melaporkan karena tersangka dikenal sebagai preman dan banyak temannya, hanya korban J saja yang berani melaporkan, dan perbuatan tersangka terancam pidana kurungan 9 tahun, melanggar Pasal 368 KUHP,   papar Kapolsek.
Selanjutnya, Kapolsek Sunda Kelapa, Kompol Armayni SH MH, juga menjelaskan atas pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan (Curhat) Handphone yang berawal dari Laporan masyarakat , LP No 195/22/K/VIII/2019/SAKA, perkara Tindak pidana pencurian dengan pemberatan dimana kejadian pada Kamis (22/8) sekitar pukul 04 30 wib didalam sebuah MESS yang beralamat di Blok B No 4 PHPT Pengasinan Muara Angke Penjaringan Jakut. Tersangka RD (29) warga Kontrakan Kolong Tol Royal Gedong Panjang Penjaringan Jakut, perbuatan tersangka diduga melanggar Pasal 363 KUHP terancam hukuman pidana penjara 7 tahun, kata Kapolsek
Dimana para korban yaitu, D, BS, A dengan barang bukti (BB) yakni, 1 buah Jacket semi kulit warna hitam merk Yunstreet bertuliskan Harley Davidson Cycles yang dipakai tersangka saat melakukan pencurian di TKP dan Rekaman CCTV.Modus 0perandinya ungkap Kapolsek, tersangka melakukan perbuatannya dengan cara masuk kedalam messdibagian atas dengan memanjat anak tangga, lalu masuk kedalam messmelalui pintuyang tidak terkunci, kemudian mengambil 3 buah HP milik karyawan yang sedang tidur lalu mengambil lagi sebuah gitar dituangkan lain lalu melarikan diri, papar Kapolsek
Masih menurut Kapolsek, Pencurian dengan pemberatan yang dilakukan tersangka RD tersebut diketahui korban pada pukul 08 00 wib saat bangun pagi dan swlanjutnya melaporkan ke Polsek Sunda Kelapa.
Menurut pengakuan tersangka,ujar Kapolsek, BB yang dicurinya itu berupa 3 HP telah dijual pada 2 temannya Penadah (DPO) yaitu, AD dan AC yang biasa didepan pertokoan Roxy Mas seharga Rp 2.100 000, sedang gitarnya dibuang tersangkasekitar waduk Pluit karean rusak jatuh dari sepeda motor saat tersangka bawa. Pada tersangka terancam pidana penjara 7 tahun,  melanggar Pasal 363 KUHP, jelas Kapolsek.
Sementara Kapolsek Sunda Kelapa juga ungkap kasus pencurian sepeda motor  (Curanmor) berdasarkan Laporan Polisi No LP/210/25/K/IX/2019/SAKA tanggal 02 September 2019, dengan perkara Tindak pidana pencurian sepeda motor (Curanmor), tempat kejadian didalam sebuah rumah yang beralamat di Jl Pendaratan Udang Muara Angke Kel Pluit pukul 02 30 wib, Senin (2/9) dengan tersangka  MF (20), warga Kp Luar Batang Penjaringan Jakut dengan Korban T bahwa tersangka terancam hukuman maksimal 7 tahun dan melanggar  Pasal 363 KUHP,  dengan barang bukti (BB), 1 unit sepeda motor Yamaha N Max warna merah ber plat No B 3324 END, 1 buah kunci kontak sepeda motor dan uang tunai Rp 1 juta, kata Kapolsek.
Adapun modus operandi yaitu, tersangka melakukan perbuatannya mengambil sepeda motor secara bersama sama dengan 2  orang temannya (DPO)  bernama MI dan  AS dengan cara tersangka mengawasi diluar rumah sedang 2 orang temannya tersangka DPO masuk kedalam rumah, mengambil kunci kontak sepeda motor, lalu keluar rumah sambil mendorong motor dan menghidupkan diluar rumah dan melarikan diri, papar Kapolsek.
 Lalu, kata Kapolsek, tersangka ditangkap anggota unit Reskrim Polsek Sunda Kelapa setelah dilakukan penyelidikan selamb7 hari di Jl Muara Baru Penjaringan Jakut pada Minggu (8/9) sekitar pukul 13 00 wib saat mengendarai motor bersama temannya. Pada saat diamankan sepeda motor korban telah dirubah warna bodynya dari hitam menjadi merah, plat no diganti menjadi B 3324 END danvstangnya juga sudah diganti dengan stang sepeda motor merk Bison, tersangka terancam pidana penjara 7 tahun dan melanggar Pasal 363 KUHP, pungkas Kapolsek Kompol Armayni SH MH. (Benny P Silalahi)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: