Select Page

Penasehat Hukum Terdakwa, Keterangan Saksi Yang dihadirkan JPU Tidak Memberatkan Kliennya

Penasehat Hukum Terdakwa, Keterangan Saksi Yang dihadirkan JPU Tidak Memberatkan Kliennya

WI | Jakarta,- Sidang lanjutan Terdakwa, Tedja Widjaya dalam agenda keterangan saksi dimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrick Adhar, menghadirkan saksi Feniki, dimana saksi ini pernah beli Ruko milik  terdakwa Tedja Widjaya, sidang lanjutan di gelar  di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (16/1).

Saksi Feniki menjelaskan pada majelis hakim bahwa dirinya pernah bertransaksi pembelian Ruko senilai Rp.8 miliar dengan terdakwa Tedja Wijaya. Namun,  ruko itu tidak kunjung terealisasi akhirnya Feniki melaporkan Tedja Widjaya ke polisi. Tapi  akhirnya laporan itu dicabut setelah terjadi perdamaian antara Feniki dengan Tedja Widjaja. Artinya, uang yang pernah disetorkan ke Tedja Wijaya dikembalikan kepada Feniki.

Menurut JPU Fedrick Adhar SH., saksi Feniki dihadirkan kepersidangan untuk membuktikan bahwa terdakwa Tedja Widjaya ada pernah melakukan rangkaian perjanjian yang tidak ditepati. Suatu kesepakatan yang diperjanjikan tidak direalisasikan, itu sudah ingkar janji. Kelanjutan dari ingkar janji itu dilihat apakah itu penipuan? Itulah yang ingin dibuktikan dipersidangan, ucap Fedrik kepada pers usai persidangan.

Sementara Kuasa Hukum terdakwa Andreas Na Hot Silitongan, SH,  menyatakan pada pers, dirinya berterimakasih kepada JPU yang telah mengahadirkan saksi Feniki. “Kita berterimaksih terhadap saudara Jaksa. Sejauh ini belum ada saksi yang memberatkan klien kami. Terkait saksi Feniki, ini menunjukkan bahwa klien kami dapat menyelesaikan masalahnya dengan berdamai. Kalau sudah damai berarti tidak ada masalah, klir. Jadi tidak ada kaitannya dengan dakwaan JPU,” kata Andreas.

Lanjut, Andreas Na Hot Silitonga,  bahwa shingga saat ini,  sejauh proses persidangan berjalan belum ada keterangan saksi yang memberatkan kliennya. ”sejauh ini belum ada saksi yang memberatkan klien kami,” tambahnya lagi.

Begitu juga keterangan saksi pelapor Rudiono, kata Andreas,  bahwa keterangan Rudiono dipersidangan minggu lalu itu justru memperjelas rangkaian transaksi pembayaran realisasi tukar guling lahan Yayasan UTA,45 seluas 3,2 Ha,  dengan pembangunan gedung kampus UTA,45 yang sekarang ditempati 8 lantai.

“Dipersidangan saksi Rudiono mengakui semua tandatangannya yang terlampir dalam perjanjian maupun tanda terima, itu sudah cukup jelas jikalau apa yang didakwakan tidak benar. Bahkan pertemuan di bank Artha Graha diakui saksi Rudiono,  jadi bagi kami keterangan saksi Rudiono itu bukanlah sesuatu yang memberatkan,” paparnya.JPU Fedrick Adhar mendakwa Tedja Wijaya dengan tindak pidana atas dugaan melanggar  Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP, tentang penggelapan dan penipuan. Sidang diketuai majelis hakim Drs Tugiyanto SH, didampingi majelis anggota Salman Alvaris SH dan Sarwono SH. Tampil sebagai penasehat hukum terdakwa yakni, Humpry Djemat SH, Andreas Na Hot Silitonga,  Andrias Hermanto SH, Adytias Sembada SH dan Lamgok Heriyanto Silalahi SH.(benny ps)


About The Author

Social Media

Kategori

Android

Download Aplikasi android: