Select Page

Pemkot Lhokseumawe dan AMORI Gelar Pelatihan Budidaya Daun Kelor

Pemkot Lhokseumawe dan AMORI Gelar Pelatihan Budidaya Daun Kelor

WI | Lhokseumawe – Aceh Moringa Organik Indonesia (AMORI) bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe mengadakan pelatihan budidaya daun kelor. Pelatihan tersebut digelarkan dua hari berturut-turut di dua tempat berbeda, yaitu di Kompleks TNI-AD Rudal, Kecamatan Dewantara dan Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, 11-12 Januari 2019.

Pelatihan dengan tema “Teknis Replikasi Inovasi Budidaya Daun Kelor” tersebut diikuti dengan antusias oleh puluhan anggota TNI di Kompleks Rudal dan masyarakat dari perwakilan 17 desa di Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Sabtu, 12 Januari 2019.

Maimunarrasyid (63), selaku direktur utama AMORI dalam pelatihan tersebut menyampaikan bahwa daun kelor sangat mempunyai banyak manfaat, terutama di bidang kesehatan. Selain itu, tanaman tersebut berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Lhokseumawe.

“Tanaman kelor ini sangat baik bagi kesehatan. Tidak hanya itu, tanaman kelor adalah salah satu potensi desa yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita sudah ada pasar dan lahannya. Untuk daun kelor basah laku dijual Rp 4.000/Kg. Selain itu, kita juga akan membina sumber daya manusianya agar dapat memproduksi dan mengolah daun kelor dalam jumlah yang lebih banyak,” ungkap Maimunarrasyid.

Syifaiyah (40) selaku ketua panitia pelaksana kegiatan menyebutkan bahwa pelatihan tersebut merupakan kerja sama antara AMORI dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe. AMORI merupakan pusat budidaya kelor di Aceh yang bekerja sama dengan PT. Moringa Organik Indonesia Blora, Jawa Tengah sebagai pusat kelorisasi Indonesia. Budidaya kelor adalah sebuah program Kemendesa sebagai bentuk inovasi desa.

“Budidaya kelor merupakan sebuah program kelorisasi yang masuk dalam program Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) untuk meningkat pengetahuan dan ekonomi masyarakat,” jelas Syifaiyah.

Program budidaya kelor ini direncanakan dalam empat tahap, yaitu: pembibitan, pelatihan, kuliner berbahan kelor, dan produksi berbasis teknologi. Program kerja sama ini menjadikan Kecamatan Muara Dua sebagai pilot project.

“Kita berharap, Lhokseumawe bisa menjadi “Kota Kelor” dan dapat menjadikan tanaman tersebut sebagai komoditi ekspor dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, pungkas Maimunarrasyid. (AH)

 

 

 

 

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: