Select Page

Partai Keadilan Sejahtera Berjanji Akan Membuat RUU Perlindungan Terhadap Ulama

Partai Keadilan Sejahtera Berjanji Akan Membuat RUU Perlindungan Terhadap Ulama

WI | Jakarta,- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuat janji politik jelang Pemilihan Legeslatif 2019. PKS berjanji bakal memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai perlindungan ulama, andai menang dalam pemilihan umum legislatif 2019. Sikap tersebut muncul sebagai format kepedulian PKS terhadap semua ulama yang dirasakan kerap mendapat perlakuan kriminalisasi.

“Kami bila nanti di pemilu legislatif menang atau mempunyai suara yang signifikan, kami berjanji bakal memperjuangkan lahirnya Rancangan Undang-undang pemuliaan alim ulama, semua tokoh agama, dan pun simbol-simbol agama” ungkap Presiden PKS Sohibul Iman di Kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta, Minggu (13/1).

Bagi PKS, lanjut Sohibul, ulama dan semua tokoh agama mempunyai peran yang paling penting. Oleh sebab tersebut menurutnya ulama mesti diposisikan pada posisi yang terhormat, pada posisi yang terlindungi. “Insya Allah PKS berkomitmen guna mewujudkan RUU pemeliharaan atau perlindungan alim ulama, tokoh-tokoh agama, dan simbol agama,” ungkapnya.

RUU tersebut akan diperjuangkan pada periode 2019-2024 mendatang. Sohibul mengatakan perlindungan yang dimaksud adalah menjaga keberpihakan negara terhadap ulama, tokoh agama, dan simbol agama-agama. RUU dinilai perlu khususnya jika ada tindakan pengancaman dalam bentuk fisik maupun non-fisik.

Sohibul juga mengatakan perlindungan ini bukan hanya untuk ulama, tetapi juga tokoh agama lain yang diakui di Indonesia. Perlindungan ini juga mencakup perlindungan terhadap simbol-simbol agama. “Adapun simbol-simbol keagamaan yang kami maksud adalah simbol yang dihormati oleh seluruh agama resmi yang diakui di Indonesia,” ujar Sohibul. Pada November lalu, PKS juga telah menjanjikan dua program jika mereka terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Dua program yang akan diperjuangkan mereka terdiri dari Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Pajak Sepeda Motor dan pemberlakuan SIM seumur hidup. Baca juga: Presiden PKS Terbitkan Inpres untuk Kadernya Militan Menangkan Prabowo-Sandiaga “Pada Pemilu 2019 ini, PKS menjanjikan dua hal. salah satunya adalah jika PKS menang pada Pemilu 2019, PKS akan memperjuangkan RUU Penghapusan Pajak Sepeda Motor dan Pemberlakuan SIM seumur hidup,” ujar Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PKS Almuzzammil Yusuf saat konferensi pers di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018).

Muzzammil menuturkan pajak sepeda motor yang dimaksud yaitu pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak bea balik nama kendaraan bermotor (PBBNKB), Tarif Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan, biaya administrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan biaya administrasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) untuk sepeda motor ber-cc kecil.

Sebelumnya janji tersebut juga dikatakan oleh Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu PKS, Al Muzzammil Yusuf. Muzzamil menuliskan PKS menyatakan siap memperjuangkan urusan tersebut. “Jadi, saya kira perlindungan terhadap pendakwah agama dan simbol-simbol agama tersebut penting. Kita belajar dari permasalahan pembakaran bendera tauhid” ungkap Muzzammil untuk wartawan, Sabtu (12/1). (Red)

About The Author

Red

Redaktur Pelaksana Tlpn/WA : 08888917522 / 085261780596 email: redaksi@wahanaindonesia.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: