Select Page

Terdakwa Tedja Wijaya Keberatan Atas Keterangan Saksi Surati

Terdakwa Tedja Wijaya Keberatan Atas Keterangan Saksi Surati

W I | Jakarta,- Sidang lanjutan terdakwa Tedja Widjaya, digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) dalam agenda keterangan saksi Rabu (05/12).

Adapun saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni, Rudyono Darsono selaku ketua yayasan UTA ’45 dan bendahara 2 yaitu, Suriati, namun Rudyono Darsono tidak dapat hadir karena sakit dan surat ijin sakit ditunjukkan padavmajelis hakim.Penasehat Hukum terdakwa menanyakan pada majelis hakim agar ditunjukkan surat sakit dari dokter tapi JPU tidak dapat menunjukkan surat dokter tersebut. Untuk itu, majelis hakim perintahkan JPU agar memanggil saksi Rudyono untuk hadir minggu depan dan membawa surat dokter yang menyatakan dia sakit hari ini, tidak hadir.

Sidang yang diketuai majelis hakim Drs Tugiyono SH, didampingi majelis anggota Salman Alvaris SH dan Sarwono SH. Tampil sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fedrick Adhàr SH

Hari ini kata majelis hakim dihadirkan saksi Surati selaku bendahara 2’dihadirkan merupakan saksi di BAP. Majelis hakim menyatakan pada Penasehat hukum terdakwa bahwa saksi sekarang yang seharusnya kita periksa minggu kemarin dan ditunda, sekarang kita aperiksa.

Saksi Surati menyatakan, bahwa yang diketahuinya adalah ada sengketa tanah dan ada bagian bangunan yang belum jelas yaitu masih kotak kotak. Lanjutnya, dirinya dipanggil oleh Rudyono selaku ketua yayasan UTA’45 keruangannya untuk menerima dana Rp16 juta dari Bu Ayu stafnya Tedja Widjaya, untuk buat Bank Garansi dan dibuat kwitansi tanda terima blanko UTÀ’45 dan berkarbon. Kwitansi asli diserahkan pada Ayu dan yang berkarbon saya pegang, tidak lama kemudian Ani Wilujeng hadir lalu uang tersebut beserta kwitansi karbon itu saya serahkan pada Ani beserta uangnya disimpannya dalam brankas yayasan, serta tidak tercatat dalam pembukuan, bahkan kata Rudyono Darsono, Rp 1 juta untuk administrasi pembuatan bank garansi dan Rp 15 juta untuk pembuatan bank garansi, ujar saksi Surati pada majelis hakim . Lanjut saksi, pembuatan Bank Garansi tidak jadi hingga

Dipanggil polisi 2017 dan uang itu disita polisi. Begitu juga tentang perubahan pembayaran PBB saksi menyatakan pada JPU, tidak tahu. Kàta saksi lagi, yang ada dalam ruangan itu yaitu, saya , Ayu, Rudyono, Tedja Widjaya, dan terakhir datang Ani Wilujeng. Sebelumnya JPU Fedrick Adhar, SH mendakwa terdakwa Tedja Widjaja atas dugaan melanggar Pasal 372, 378 KUHP dwngan ancaman hukuman 4 tahun pidana penjara, namun terdakwa tidak ditahan.

Saksi Surati mengatakan pada Penasehat hukum terdakwa bahwa dirinya mulai bekerja pada 2008 sebagai staff umum dan pada 2009 sebagai kepala bagian umum dan pada 2018 sebagai wakil bendahara hingga sekarang.Lanjut penasehat hukum terdakwa pada majelia hakim bahwa keterangan saksi ini beebeda dengan minggu lalu, dimana saksi ini menyatakan kwitansi tanda terima dana Rp 16 juta itu, kwitansi asli diserahkan pada Ayu dan yang berkarbon dipegang saksi, saksi Ani minggu lalu yang dipegangnya kwitansi asli.Kata majelis hakim pada saksi terkait keterangannya pada BAP itu tetap atau tidak dan saksi menyatakan pada majelis hakim keterangannya tetap.Lanjut saksi lagi pada penasehat hukum terdakwa Tedja Widjaya, bahwa dirinya dititip kwitansi dengan jumlah kwitansi lupa dan kemudian ditukar dengan akte utang.

Kemudian kata saksi, pernah tahu tentang soal utang Tedja Widjaya Rp 10 M dan hanya tau sepintas dan soal transaksi tidak tau serta akte utang itu sudah dikembalikan, jadi kata saksi pada Penasehat hukum terdakwa kalau dirinya hanya tahu disuruh Rudyono membuat tanda terima pembuatan bank garansi dana sebesar Rp 16 juta diberikan Ayu staffnya terdakwa.

Terdakwa Tedja Widjaya menyatakan pada majelis hakim, keberatan atas keterangan saksi. Lanjut Tedja Widjaya, tidak pernah hadir pada 05 Mei 2010 dan tidak pernah serahkan uang pada staffnya Ayu untuk pembuatan bank garansi.Saksi Surati juga mwnyatakan pada majelis hakim keterangannya tetap.Majelis hakim ingatkan JPU agar dibuatkan surat panggilan saksi Rudyono dan membawa surat keterangan sakitnya.

Hadir sebagai penasehat hukum terdakwa Tedja Widjaya Yaitu, Humphry Djemat SH, Andrias Na Hot Silitonga SH, Adytias Sembada SH dan Lamgok Heriyanto Silalahi SH. Usai sidang Penasehat hukum terdakwa menyatakan pada pers, bahwa kedua sakai yang dihadirkan sekarang dan minggu lalu sangat dipertanyakan, karena tidak menjelaskan sesuai dakwaan. Begitu juga ketidak hadiran Rudyono dan surat keterangan dokternya tidak ada karena surat keterangannya dokter itu perlu dan bila perlu dijemput paksa, ujar Humpry Djemat SH pada pers.(benny ps)

About The Author

Red

Redaktur Pelaksana Tlpn/WA : 08888917522 / 085261780596 email: redaksi@wahanaindonesia.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: