Select Page

TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Bekerja Semakin Jelas Karena Sudah Ada Simon

TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Bekerja Semakin Jelas Karena Sudah Ada Simon

WI I Jakarta,-

Kegiatan mengorder untuk mempekerjakan  Tenaga Kerja Bongkar Muat  (TKBM) di Pelabuhan  Tanjung Priok mulai berubah dari manual ke Sistem Online (Simon). Hal itu terjadi setelah pihak Kantor Otoritas Pelabuhan ( OP ) Tanjung Priok dan IPC Cabang Pelabuhan Tanjung Priok meresmikan pengoperasian Sistem Monitoring (Simon) TKBM.Kegiatan launching Simon TKBM dilakukan bersama oleh Kepala Kantor OP Tanjung Priok, Capt. Mugen Sartoto, General Manajer Pelabuhan Tanjung Priok, Guna Mulyana, dan Ketua Koperasi Karya Sejahtera TKBM Pelabuhan Tanjung Priok yaitu, H Diding.

Dalam sambutannya secara virtual  Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo menyatakan, bahwa kegiatan ini kami tunggu-tunggu. Dengan Simon di dalam Pelabuhan Tanjung Priok  akan semakin jelas pihak TKBM yang bekerja di dalam pelabuhan, karena sudah terdata ditandai dengan kepemiliki id card (identitas card).

“Jadi yang masuk ke dalam pelabuhan harus yang punya id card, sehingga bisa tertib, karena yang kerja sudah ada dalam Simon,” ungkap Dirjen Hubla didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Andi Hartono melalui dalam sambutan jarak jauhnya.

Selain itu juga, Agus Purnomo menambahkan, Simon Ini cukup  baik untuk TKBM, PBM, perusahaan pelayaran dan pemilik barang.

“Saya  berharap pihak terkait bisa memanfaatkan sistem ini sebaik-baik dan bisa dikembangkan baik TKBM, PBM  dan pengguna jasa lainnya,” terang Agus Purnomo.

Diakuinya, dengan sistem Simon kegiatan bongkar muat barang dan TKBM yang bekerja semakin jelas. Kejelasan itu akan terlihat pada jumlah TKBM yang bekerja pada suatu kegiatan bongkar muat. Misalnya dalam satu grup jumlahnya yang sudah ditetapkan, tidak bisa dikurangi  lagi .

  “Untuk itu dalam beberapa bulan ke depan Simon ini harus dievaluasi.  Kaji mana hambatannya, apa keluhanya dan segera  atasi. Setelah itu kembangkan agar lebih maksimal,” harapnya.

Selain itu juga sistem ini bisa menjadi contoh di pelabuhan lainnya” tegas Agus Purnomo.

Dalam simon ini kegiatan yang secara on line berlangsung dimulai dengan membuat  aplikasi Simon TKBM dan melakukan registrasi. Setelah itu, siap untuk melakukan aktifitas. Misalnya,  PBM mengajukan permohonan untuk pemesan TKBM yang akan dipekerjakan atas kegiatan bongkar muat. Penyedia TKBM menerima pesanan tersebut menindaklanjuti dengan  Surat Perintah Kerja (SPK) dan menyerah kan pada PBM dan penanggung jawab TKBM yang ditunjuk. Selanjutnya pihak TKBM berdasarkan SPK itu  bisa melakukan kegiatan bongkar muat atas permintaan pihak PBM.

Kegiatan mengoder untuk mempekerjakan TKBM ( Tenaga Kerja Bongkar Muat ) di Pelabuhan  Tanjung Priok mulai berubah dari manual ke sistem Online. Hal itu terjadi setelah pihak Kantor Otoritas Pelabuhan ( OP ) Tanjung Priok dan IPC Cabang Pelabuhan Tanjung Priok meresmikan pengoperasian Sistem Monitoring (Simon) TKBM.Kegiatan launching Simon TKBM dilakukan bersama oleh Kepala Kantor OP Tanjung Priok, Capt. Mugen Sartoto, General Manajer Pelabuhan Tanjung Priok, Guna Mulyana, dan Ketua Koperasi Karya Sejahtera TKBM Pelabuhan Tanjung Priok, Diding.

Dalam sambutannya secara virtual  Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo menyatakan kegiatan ini kami tunggu-tunggu. Dengan Simon di dalam Pelabuhan Tanjung Priok  akan semakin jelas pihak TKBM yang bekerja di dalam pelabuhan, karena sudah terdata ditandai dengan kepemiliki id card (identitas card/kartu identitas).

“Jadi yang masuk ke dalam pelabuhan harus yang punya id card, sehingga bisa tertib, karena yang kerja sudah ada dalam Simon,” ungkap Dirjen Hubla didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Andi Hartono melalui dalam sambutan jarak jauhnya.

Selain itu juga, Agus Purnomo menyatakan, Simon Ini sangat  baik untuk TKBM, PBM, perusahaan pelayaran dan pemilik barang.

“Saya  berharap pihak terkait bisa memanfaatkan sistem ini sebaik-baik dan bisa dikembangkan baik TKBM, PBM  dan pengguna jasa lainnya,” ungkap Agus Purnomo.

Diakuinya, dengan sistem Simon kegiatan bongkar muat barang dan TKBM yang bekerja semakin jelas. Kejelasan itu akan terlihat pada jumlah TKBM yang bekerja pada suatu kegiatan bongkar muat. Misalnya dalam satu grup jumlahnya yang sudah ditetapkan, tidak bisa dikurangi  lagi .

  “Untuk itu dalam beberapa bulan ke depan Simon ini harus dievaluasi.  Kaji mana hambatannya, apa keluhanya dan segera  atasi. Setelah itu kembangkan agar lebih maksimal,” tandasnya.

“Selain itu juga sistem ini bisa menjadi contoh di pelabuhan lainnya” tambah Agus Purnomo.

Dalam simon ini kegiatan yang secara on line berlangsung dimulai dengan membuat  aplikasi Simon TKBM dan melakukan registrasi. Setelah itu, siap untuk melakukan aktifitas. Misalnya  PBM mengajukan permohonan untuk pemesan TKBM yang akan dipekerjakan atas kegiatan bongkar muat. Penyedia TKBM menerima pesanan tersebut menindaklanjuti dengan  SPK (Surat Perintah Kerja) dan menyerah kan pada PBM dan penanggung jawab TKBM yang ditunjuk. Selanjutnya pihak TKBM berdasarkan SPK itu  bisa melakukan kegiatan bongkar muat atas permintaan pihak PBM.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Capt. Mugen Sartoto MSc mengakui  sistem ini menciptakan usaha berkeadilan, efisiensi dan membangun tingkat  keamanan berusaha di Pelabuhan Tanjung Priok Priok. “Jadi semua kegiatan yang berlangsung dalam suatu kegiatan bongkar muat akan jelas. Mulai dari siapa yang bekerja, jumlah pekerja, kegiatan yang berlangsung, dan tanggung jawab atas pekerjaan,” jelas Capt. Mugen.

Untuk tahap awal Capt. Mugen berharap sistem bisa berjalan dengan baik, mendata secara pasti atas aktifitas pekerja bongkar muat, sehingga kegiatan bongkar muat menjadi lebih efisien dan akurat.

Secara rinci Capt. Mugen juga menjelaskan bahwa Simon dioperasikan dengan tujuan untuk melakukan pengawasan kegiatan tenaga kerja bongkar muat yang bekerja di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok dengan memanfaatkan teknologi informasi, memuat database TKBM yang tersentralisasi sehingga mampu memonitor keluar masuk TKBM ke lini 1, dan juga memudahkan pengguna jasa dalam hal ini Perusahaan Bongkar Muat untuk mengunakan TKBM.

Manfaat dengan adanya Sistem Monitoring TKBM ini mampu meningkatkan kelancaran arus barang, meningkatkan keamanan dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat, meningkatkan performansi validasi tenaga kerja, serta sebagai media pembayaran yang valid terhadap kegiatan yang dilakukan oleh TKBM.”, papar Ka OP.

 Launching sistem ini sebagai bukti komitmen bersama Instansi Pemerintah untuk mencapai tujuan bersama dalam mewujudkan penyelengaraan dan pelayanan Pemerintah yang baik, dengan prinsip good governance bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah bersinergi dalam kegiatan launching sistem monitoring ini”, tutup Capt Mugen.

 Sementara itu Guna Mulyana menyatakan,  dengan diadakan sistem ini sangat mendukung pelaksanaan kegiatan bongkar muat. Diharapkan data dasar bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok semakin akurat. Kerja kerja bongkar muat lebih tercatat, kegiatan lebih baik lagi dan keamanan bongkar muat lebih meningkat.

“Dengan begitu kegiatan bongkar muat semakin cepat, akurat, jelas dan lebih efisien, sehingga meningkatkan produktifitas bongkar muat kedepannya,” ungkap Guna Mulyana.

Ketua DPW APBMI (Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia) Jakarta, Juswandi Kristianto  menyambut positip adanya peresmian pengoperasian sistem Simon karena sangat mendukung kerja PBM dalam melayani kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjugn Priok. Untuk itu pada saat sistem ini dibangun, maka anggota PBM yang melakukan kegiatan di pelabuhan Tanjung Priok akan menggunakan sistem ini.

“Simon akan menjadikan kegiatan layanan mulai dari pemesanan TKBM sampai kegiatan kerja akan semakin jelas, sehingga kami yakni akan membuat kegiatan bongkar muat menjadi  efisien,” Pungkas  Juswandi. (Benny P Silalalahi)

 

 

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *