Select Page

Sat Rekrim Polres Pelabuhan ungkap kasus Pemalsuan Buku KIR, Materai dan Surat Ijin Operator Negara Alami Kerugian Rp 1 M

Sat Rekrim Polres Pelabuhan ungkap kasus Pemalsuan Buku KIR, Materai dan Surat Ijin Operator Negara Alami Kerugian Rp 1 M
WI I Jakarta,-
Satuan Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok beserta jajaran telah melakukan pengungkapan kasus mengakibatkan kerugian Negara dan masyarakat dan menjadi atensi Pemerintah yakni, kasus pemalsuan Buku KIR ( kartu uji berkala ), Materai palsu dan SIO (Surat Ijin Operator) digelar di Mako Polres Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Rabu (11/9) dalam  Jumpa pers turut hadir,  Kahumas Polda Metro Jaya Kombes Pol R Prabowo Argo Yuwono S IK MSi, Dishub Bernard, Bangkit serta Mustajab  dari Aprindo DKI Jakarta , Kapolres Pelabuhan AKBP Dr Reynold EP Hutagalung, SE S IK M Si MH, Wakapolres Kompol Bobby Kusumawardhana, S IK M Si, Kasat Reskrim AKP Dàvid Kanitero S IK M Si dan Kapolsek Kawasan Kalibaru AKP Ahmad Eka Perkasa S IK.
Menurut Argo, kasus terkait Pemalsuan Buku KIR (Kartu Uji Berkala ini merupakan syarat teknis yang dikeluarkan Dishubtrans DKI Jakarta. Setiap tahun kendaraan bermotor angkutan barang/ orang patut dilakukan uji kelayakansebagai upaya mencegah kecelakaan lalu lintas akibat ketidak layakan kendaraan diluar Human Error. Akibat adanya pemalsuan Buku KIR ini, negara dirugikan Rp 500 juta rupiah.
Ujar Argo, tersangka ID (45), mengaku sebagai biro jasa perpanjangan pembuaran baru Kartu Uji Kendaraan.Tersangka ID sudah melakukan aksinya 1 tahun  dengan nominal penjualan yang dipasarkan Rp 300 ribu, perpanjangan Rp 200 ribu dalam penjualan itu tersangka meraup  Rp 100 ribu setiap penjualan. Kemudian tersangka IZ (47), juga mengaku biro jasa dan meraup keuntungan Rp 50 ribu setiap penjualan dan tersangka  AS als F (47) ini aksinya mengisi data kendaraan / identitas kendaraan, tandatangan pejabat, dan cap/stempel pengesahan Kementerian Perhubungan Darat dengan Media seperangkat komputer terhadap blanko kosong BUKU KIR , tersangka melakukan aksinya sudah 2 Tahun dan setiap pembuatan 1(satu) buku KIR baik buku baru  menjual Rp200 ribu sedang perpanjangan dijual dengan harga Rp150 ribu. Lalu, tersangka DP (35)mengaku sebagai anggota Dinas Perhubungan Darat dan penyedia barang barang berupa Kartu Tanda Uji kendaraan bermotor (Bylanko Kosong ), Sticker KIR, Palstik Laminating sticker tranparan, plat uji kendaraan bermotor, timah pengikat pelat uji kendaraan bermotor, ikat kawat pengikat plat uji kendaraan bermotor. Aksinya sudah berjalan lebih 1 tahun dengan meraup keuntungan Rp 50 juta setiap penjualan yang dilakukan oleh tersangka, ungkap Argo.
Para tersangka ini diringkus oleh Anggota Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada bulan Agustus 2019bertempat dipinggir jalan  Lorong IV Timur Kel Koja – Kec Koja Jakarta Utara (Jakut), kata kasat Reskrim AKP David Kanitero S IK M Si.Para tersangka, AS alias F (47), ID (45), IZ (47) dan DP (35), terancam 6 tahun pidana penjara, melanggar Tindak Pidana  Pasal 263 KUHP.
Masih menurut Argo, pada akhir bulan Juli 2019, Sat Rekrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, mendapat informasi adanya penjualan materai tempel Nominal Rp6000 dan Rp 3000 dijual melalui toko Online Shopee dengan akun Chandra_shiregar yang dikelola oleh C Kemudian, anggota melaksanakan penyelidikan dan pada hari Selasa tanggal 13 Agustus 2019 sekitar jam 22 00 wibberhasul mebgamankan R dirumahnya, bedomisili di JL H Muslih Rt 06 /Rw 02 Kel Beji Kec Beji, Depok jawa Barat, dengan barang bukti (BB) yakni, materai tempel nilai Rp 6000 diduga palsu sebanyak 7 lembar a 50 keping, materai tempel diduga palsu nominal Rp3000 sejumlah 66 lembar a 50 keping.
Lanjutnya, R membeli materai nominal Rp 6000 dan Rp 3000 kepada B dengan harga setiap lembar (50 keping) Rp 35 ribu selanjutnya dijual degan harga Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu. Dalam penjualan materai palsu, R berperan sebagai pemodal dan penyedia barang mendapat keuntungan Rpv40 ribu hingga Rp 50 ribu/ perlembar, jelasnya. Lalu, C, berperan sebagai pengelola akun di toko Online meraih keuntungan Rp10 rbu per lembar dan DPO. Akubat perbuatan R dan C Negara mengalami kerugian Rp 200 juta.

R dàn C terancam 7 tahun pidana penjara, melanggar Pasal 13 UU RI No 13/1985, tentang bea materai Subsidair Pasal 253 KUHP atau Pasal 257 KUHP, ungkapnya.

Surat ijin operator (SIO) palsu dan dapat sertifikat operator terungkap pada tanggal 16 Agustus 2019, unit Reskrim Polsek Kalibaru mendapat informasi adanya seseorang bernama BS yang membuat dan menawarkan SIO (Surat Ijin Operator ) Palsu dengan harga murah.Informasi tersebut ditindak lanjuti dilakukan penyelidikan ke PT F Jl Babek TNI Kel Rorotan  Kec Cilincing Jakarta Utara yabg merupakan tempat bekerja BS, dan hasil introgasidiperoleh keterangan bahwa SIO didapat dari EEL yang merupakan karyawan CV Perhubungan beralamat di Jl Tenggiri Jakarta Utara.Hasil pengembangan dan berhasil diamankan EEL di CV Perhubungan. Bersasarkan keterangan EEL membuat SIO palsu bersama AR di wilayah Cikarang Jawa Barat dan berhasil mengamankan AR beserta barang bukti, papar Argo.
Selanjutnya, para tersangka yaitu, BS menawarkan jas pembuatan SIO Palsu kepada Operator alat berat di Pelabuhan Tanjung Priok seharga Rp 500 ribu dengan meraup keuntungan Rp 200 ribu .EEL berperan mengetik data pembeli/Pemohon blanko kosong yang didapat dari AR, kemudian menyerahkan ke AR untuk ditanda tangan di stempel dan nendapat imbalan Rp 100 ribu. AR memiliki blanko kosong, sertifikat palsu berikut stempel dan menandatangai SIO palsu dapat imbalan Rp 200 ribu.Para tersangka terancam 6 tahun pidana penjara dan melanggar Pasal 263 KUHP.
Akibat perbuatan para tersangka  kerugian Negara akibat tindak pidana Pemalsuan Buku KIR, Materai dan SIO , mencapai Rp 1 milyar, ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol R Prabowo Argo Yuwono S IK M Si.(Benny P Silalahi)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: