Select Page

Antam akan Bangun Pabrik Smelter Nikel di Sorong

Antam akan Bangun Pabrik Smelter Nikel di Sorong

WI | Jakarta,-   PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) akan membangun pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) nikel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong, Papua Barat. Kapasitasnya mencapai 7 ribu ton nikel per tahun. Keputusan ini muncul setelah Antam gagal mencari mitra joint venture (JV) untuk membangun smelter berkapasitas 40 ribu ton nikel.

Seperti dilansir dari Gatra, Pembangunan smelter akan dilakukan anak perusahaan Antam, PT Gag Nikel. Nilai investasinya berkisar Rp160an miliar. Presiden Direktur PT Gag Nikel, Risono, mengatakan, rencana pembangunan smelter 7 ribu ton nikel sudah diajukan ke pemegang saham (Antam). Jika setuju, pembangunan smelter bisa diselesaikan tahun ini.

“Kita kan lemah di modal. Menurut saya sih bangun bertahap saja. Mulai dari kecil. Memang sih rencana 40 ribu. Yah kita mulai dari 7.000 saja, enam kali pembangunan. Satu line kita jalan, bisnis jalan, nanti berkembang. Ketimbang kita langsung 40 ribu padahal akhirnya dikuasai asing,” ujar Risono kepada Gatra.com beberapa hari lalu.

Untuk sumber pembiayaan, kata Risono, 70% berasal dari perbankan. Sisanya, akan disuntik induk perusahaan. “Kalau untuk kapasitas 7.000 ton, modalnya ada duit sendiri. Kalau 40 ribu ton nggak ada dutinya,” ujarnya.

Risono mengatakan, pembangunan smelter 7 ribu ton nikel ini juga akan menguji keekonomian Kawasan Industri Sorong terhadap bisnis smelter. “Ini dalam segi fasiltias, cukup ekonomi nggak. Strateginya menurut saya bangun 7000 ribu dulu,” katanya.

Saat ini Gag Nikel sedang menyusun Bankable Feasibility Study (BFS) dan Feasibility Study(FS) untuk diajukan ke pemegang saham. “Semua tetap akan diajukan dulu ke pemegang saham karena saat ini PT Gag Nikel sedang menyiapkan FS dan BFS untuk diajukan ke pemegang saham,” ujarnya.

Sebelumnya, Antam gagal menggaet mitra untuk membangun smelter di Sorong. Ada 9 peserta yang mengajukan Letter of Intent (LOI) untuk mengikut seleksi. Mereka berasal dari Filandia, Korea Selatan, Filipina dan Cina. “Dari Cina ada 6 perusahaan,” katanya.

Antam menseleksi kesembilan peserta hingga akhirnya terpilih dua perusahaan calon mitra yang berasal dari Cina dan Filipina. Sayang, tidak ada satupun perusahaan yang akhirnya bermitra dengan Antam. “Karena mereka ngotot mayoritas. Kita juga tidak anti asing, selama mereka mau menjadikan kita mayoritas dalam share holder kerjasama smelter,” ujar alumni ITB ini.

About The Author

Red

Redaktur Pelaksana Tlpn/WA : 08888917522 / 085261780596 email: redaksi@wahanaindonesia.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Index

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: