Select Page

2 Tahun Pemerintahan Cek Mad – Fauzi Yusuf, Aceh Utara Masih Terjebak Rutinitas

2 Tahun Pemerintahan Cek Mad – Fauzi Yusuf, Aceh Utara Masih Terjebak Rutinitas

Wahana Indonesia.com, Lhokseumawe –  Dua tahun pemeritahan Aceh Utara dibawah kepemimpinan Cek Mad/ Muhammad Thaib – Fauzi Yusuf alias Sidompeng masih terjebak dengan rutinitas, sehingga Bersemi (Berbudaya, sejahtera, mandiri dan Islami) Jilid II belum efektif dan efisien dalam menjalankan roda pemerintahan periode kedua ini di Aceh Utara.

Program unggulan yang tertuang dalam visi–misi Cek Mad (Bupati Aceh Utara, dua periode) yang dapat menjawab permasalahan masyarakat Aceh Utara berbanding terbalik yang terjadi di lapangan, kemiskinan dan daya beli masyarakat masih menjadi top problem di tanah Samudra Pasai.

Belum lagi masalah aset dengan pemerintahan kota Lhokseumawe, pemindahan kantor administrasi pemerintah ke Lhoksukon sampai saat ini belum terealisasi, pembangunan irigasi Pirak Timu, dan temuan BPK terkait pembinaan terhadap pemeritahan desa yang belum maksimal dilaksanakan oleh Pemerintahan Aceh Utara.

“Dua tahun Bersemi jilid II harusnya Cek Mad sebagai top leader harusnya mampu mengefesiensikan waktu yang tersisa untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat, sejauh ini kami juga melihat bahwa peran SKPK yang belum maksimal.” Ujar M. Atar, Ketua Umum HMI Cabang Aceh Utara dan Lhokseumawe. Rabu, 10 Juli 2019.

“Harusnya SKPK lebih proaktif untuk membantu Bupati Aceh Utara dalam mewujudkan Bersemi jilid II, karena ujung tombak pemerintahan terdapat pada ASN/PNS dan partisipasi masyarakat sehingga Aceh Utara dapat menjadi kabupaten yang maju.” Lanjut M. Atar.

Jika SKPK tidak proaktif terkesan hanya makan gaji buta, sungguh kita tidak ingin stigma ini terbangun di tengah-tengah masyarakat Aceh Utara. Lalu yang paling penting perlu kita sampaikan ada hal baik yang telah dilakukan di dua tahun Bersemi jilid II, berkat kerja–kerja SKPK.

Tapi sejauh ini belum maksimal dan masih terjebak rutinitas, tapi bagaimana permerintah Aceh Utara melalui dinas teknis mampu menjembut bola dan meningkatkan PAD, sehingga publik melihat bahwa Aceh Utara masih ada pemerintahannya.

Ke depan yang paling penting yang harus dilakukan Cek Mad – Sidom Peng adalah konsolidasi dalam tubuh pemerintahan Aceh Utara, sehingga pemerintahan Aceh Utara kuat, inisiatif,  partisipatif, pemikiran berkemajuan juga penting termindset pada pemerintah Aceh Utara.

“Jangan berharap rakyat dapat berpartisipatif aktif sedangkan pemerintahannya loyo, terakhir Cek Mad, Anda punya waktu 3 tahun lagi, ini waktu yang sangat singkat selesaikan permasalahan Aceh Utara, maka bergegaslah.” Sebut M. Atar. (Red)

 

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: