Select Page

Usut Perusak Alquran dan Properti di Masjid Al A’la Cot Masjid, Banda Aceh

Usut Perusak Alquran dan Properti di Masjid Al A’la Cot Masjid, Banda Aceh

WI – Banda Aceh – Perusakan Alquran yang terjadi di Masjid Al A’la, Kec. Lueng Bata, Banda Aceh menjadi duka bagi umat Islam. Kecaman keras pun datang dari sejumlah kalangan di Aceh.

Aksi brutal itu menyebabkan 3 buah kitab suci Alquran dirobek-robek, dan sejumlah kitab Alquran lainnya berserakan di ruangan masjid, serta kabel yang digunakan untuk azan juga dipotong hingga putus.

Ketua umum Forum Pemuda Pidie, dr M. Iqbal Rasyidin mengecam keras aksi brutal yang dilakukan oleh orang tersebut. Iqbal menyebutkan ini merupakan tindakan yang memalukan.

“Jelas ini adalah tindakan brutal yang menjatuhkan marwah kita sebagai bangsa Aceh, seharusnya dengan berjalannya syariat Islam di Aceh mengharuskan setiap pihak dan seluruh stake holder menghormati Masjid sebagai tempat ibadah bagi ummat Islam di Aceh, ini sungguh sangat memalukan”, pungkasnya.

 

Muhammad Syawal juga menambahkan, polisi harus segera turun tangan dan menyelidiki apa motif dibalik perusakan kitab suci Alquran dan fasilitas masjid tersebut.

“Tindakan minus akal sehat semacam ini tidak boleh dibiarkan, karena dapat memperkeruh kondusivitas masyarakat Aceh dalam beragama,” ujar Ketua Bidang Pendidikan Forum Pemuda Pidie ini.

Imam Masjid Al A’la Gampong Cot Mesjid, Ustad Chalis mengatakan, bahwa kejadian itu diketahui pertama kali ketika jamaah datang ke masjid untuk shalat Subuh sekitar pukul 05.00 WIB.

“Saat ini seorang jamaah yang pertama sampai menemukan Alquran sudah berserakan di lantai, kemudian tali mic juga sudah terpotong seperti digigit oleh pelaku,” ujarnya.

Dari hasil CCTV yang terpasang di masjid, tampak pelaku masuk sekitar pukul 04.28 WIB.

Katanya, pelaku hanya berada di dalam masjid sekitar lima menit.

Saat pertama masuk pelaku sempat mutar-mutar dalam masjid, sambil mematikan lampu masjid.

Kemudian pelaku menyerak Alquran yang berada dalam rak, hingga beberapa lembar halamanya dicopot. Serta mengigit mic dengan giginya.

“Dari rekaman CCTV memang tampak pelaku, tapi kami tidak mengenalinya dan warga di sini juga tidak ada yang tahu,” jelasnya.

Kata Ustad Chalis selama ini masjid Al A’la memang tidak pernah dikunci dan terbuka 24 jam untuk jamaah.

Bahkan, masjid juga sudah dilengkapi dengan kamera CCTV, mulai masjid hingga halaman.

Sehingga mereka sangat terkejut ketika ada yang masuk untuk merusak Alquran, karena belum pernah kejadian sebelumnya.

Ustadz Chalis mengatakan pihaknya sudah melaporkan insiden tersebut ke Polsek Lueng Bata, Banda Aceh. (syw)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: