Select Page

Pemerintah Pidie Jaya Harus Fokus Pada Pemberdayaan Masyarakat

Pemerintah Pidie Jaya Harus Fokus Pada Pemberdayaan Masyarakat

Oleh Teuku Guntara

Sepuluh tahun sudah Pidie Jaya berdiri, kini memasuki periode ketiga kepimpinan Kepala daerah Pidie Jaya. Sudah saatnya Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh memfokuskan diri terhadap pemberdayaan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pidie Jaya merupakan wilayah agraris pertanian, perkebunanandan  perikanan. Setidaknya Pemkab Pidie Jaya sudah harus punya maping area perekonomian masyarakat demi pertumbuhan pendapatan masyarakat Pidie Jaya lewat sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diprogramkan oleh pemkab.

Kearifan lokal (local wisdom)adalah bagian tak terpisahkan dalam pemberdayaan masyarakat. Sebab, nilai budaya lokal telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Maka, program pembangunan harus selaras dengan kearifan lokal tersebut. Misalnya,tentang adat dan reusam yang berlaku di Kabupaten Pidie Jaya.

Kearifan lokal juga didefinisikan sebagai suatu kebijakan hidup, pandangan atau cara hidup yang bijak yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi baik melalui tradisi lisan, seperti pepatah, hadih maja, pribahasa, ungkapan, dan cerita rakyat, maupun melalui tradisi tulis, seperti manuskrip, dan benda-benda pakai (etnografika).

Dasar hukumnya adalah Qanun Kabupaten Pidie Jaya nomor 2 tahun 2015 tentang Adat dan Reusam. Dimana dalam qanun tersebut mengatur semua adat yang bersendikan syariat Islam sejak dahlu dituruti, dihormati dan dipatuhi sebagai pedoman hidup bermasyarakat, kini mulai pudar bahkan sering diabaikan. Jika ini tidak dilestarikan maka akan menyebabkan kekaburan adat dan reusam dan diperparah lagi oleh pengaruh budaya asing yang berkedok modernisasi dan globalisasi.

Dalam rangka melaksanakan ketentuan Undang-undang nomor 44 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Aceh dan pasal 220 Undang-undang nomor 11 tentang Pemerintah Aceh, serta Qanun Aceh nomor 9 tahun 2008 tentang pembinaan kehidupan adat dan istiadat, maka pemerintah kabupaten/kota di Aceh termasuk di Pidie Jaya perlu menghidupkan kembali adat dan lembaga-lembaga adat yang sudah dibentuk atau kearifan lokal demi terwujudnya pemberdayaan dan pembangunan masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya.

Untuk saat ini kita belum mengetahui apakah Pemkab Pidie Jaya sudah mempunyai maping area pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai dengan letak geografis masing masing daerah di Pidie Jaya, apa yang cocok dikembangkan untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sejauh ini kita tidak pernah mengetahui bagaimana perencanaan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pidie Jaya saat ini. Semoga dengan tulisan ini pemkab Pidie Jaya dapat mensosialisasikan ke publik apa yang sudah dilakukan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bila belum maksimal kita berharap pemerintahan yang baru saja terpilih dan akan dilantik kembali untuk segera mencanangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat kedepan demi menambah pendapatan masyarakat Pidie Jaya kedepan.

Dengan hidupnya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang tepat sasaran, kita yakin ini juga salah satu langkah membuat perekonomian masyarakat di Pidie Jaya akan lebih sejahtera kedepan.

Agar kita bisa lebih bijaksana dalam menyikapi perbedaan-perbedaan dari segi topografi yang ada di seluruh Indonesia termasuk di Pidie Jaya. Serta masing-masing mata pencaharian masyarakat itu memiliki kearifan lokal sendiri, sesuai dengan keyakinan dan tuntutan hidup dalam upaya mencapai kesejahteraan bersama.

Beberapa nilai dan bentuk kearifan lokal, termasuk hukum adat, nilai-nilai budaya dan kepercayaan yang ada sebagian bahkan sangat relevan untuk di aplikasikan kedalam proses pembangunan kesejahteraan serta pemberdayaan masyarakat Pidie Jaya itu sendiri. Semoga Pidie Jaya berkemajuan. Mari !

*). Penulis adalah Mantan Ketua Umum IMPIJA

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: