Select Page

Kapolres Kepulauan Seribu ungkap Kasus Perbuatan Cabul Dengan Modus Bertopeng Menyamar Sebagai Kakak Kelas

Kapolres Kepulauan Seribu ungkap Kasus  Perbuatan Cabul Dengan Modus Bertopeng Menyamar Sebagai Kakak Kelas

WI I Jakarta,-

Kapolres Kepulauan Seribu Gelar Jumpa Pers dengan kasus tindak pidana perbuatan cabul dengan modus bertopeng menyamar sebagai kakak kelas, berdasarkan laporan polisi: LP /K/X/2019/ SKSS, tanggal 23 Oktober 2019, ungkap Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Sandy Hermawan, pada insan pers yang dihelar dimako Polres Kepulauan Seribu pada Selasa (5/11).
Tersangka Suprapto Bin Kisnanto (26), warga Traju Mas Rt17/18 Kel Traju Maa Kec Kandang Serang Kab Pekalongan Jawa Tengah. Sebagai Korban yaitu, Natasia Aulia binti Nurhasim (15), warga Jl Penggilingan Baru Rt002/03 Kec Kramat Jati Jaktim.
Perbuatan tersangka berawal pada Rabu (23/10/19) disekolah korban digelar acara Jurit Malam, dimana sebelumnya tersangka yang bekerja sebagai buruh bangunan proyek di P Tidung sudah lama mengamati gerak gerik korban.
Kata Kapolres Kepulauan Seribu, pada saat korban sedang berjalan kaki menyusuri jalan, tiba tiba tersangka datang menghampiri korban dengan muka  tertutup oleh kemeja (baju) tersangka.Lalu, tersangka mengaku sebagai kakak kelas korban, kemudian tersangka menyuruh korban dan rekannya untuk memisahkan diri berlawanan arah, karena korban mengira bahwa tersangka adalah kakak kelasnya, sehingga mereka mengikuti arahan tersangka.
Masih menurut Kapolres, setelah korban berpisah cukup jauh  dengan rekannya, kemudian tersangka mengarahkan korban untuk menuju ke semak semak, tidak lama kemudian korban langsung dibekap mulutnya oleh tersangka dengan menggunakan tangan kanannya sedang tangan kiri tersangkameraba bagian payudara korban.
Seketika itu, korban melakukan perlawanan, namun justru tersangka memaksa korban, hingga korban alami kekerasan yang menyebabkan salah satu gigi korban lepas (copot), korban terus berteriak hingga tersangka panik dan melarikan diri (kabur). Tersangka diduga melanggar Pasal 82 Jo Pasal 76E UU No 35/2014, tentang perubahan atas UU No23/2002, tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 289 KUHP, tersangka terancam pidana penjara 5 tahun dan paling lama 15vtahun dan denda paling banyak Rp 5 M, dan barang bukti yaitu, 1 potong kerudung warna hitam, 1 potong baju lengan panjang warna hitam, 1 potong celana warna hitam dengan Lis putih dan 1 potong baju lengan panjang dengan motif kotak kotak merah hitam, pungkasnya.(Benny P Silalahi)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: