Select Page

Paus Fransiskus Gelar Misa Terbuka di Uni Emirat Arab

Paus Fransiskus Gelar Misa Terbuka di Uni Emirat Arab

WI | Jakarta,- Momen bersejarah terjadi di Uni Emirat Arab (UEA) di mana Paus Fransiskus menggelar misa massal untuk sekitar 170.000 umat Katolik di sana. Paus melambai di antara kerumunan yang membawa spanduk maupun bendera Vatikan ketika dia sampai di Stadion Olahraga Zayed.

Dilaporkan AFP Selasa (5/2/2019), Altar dengan salib besar didirikan untuk menggelar misa secara terbuka yang belum pernah terjadi di UEA. Ini Komentar AS Paus Fransiskus yang menjangkau komunitas Muslim sebagai landasan kepausannya, mengakhiri kunjungan selama tiga hari dengan menghelat misa.

“Betapa membahagiakannya bagi saudara sekalian bisa bersatu di langit ini,” kata pemandu acara dalam bahasa Arab saat Paus tiba pukul 10.00 waktu setempat. Selama di Abu Dhabi, pernyataan publik Paus Fransiskus menjurus kepada adanya upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dalam homilinya, paus berusia 82 tahun itu mengarahkan fokus kepada ribuan pekerja migran yang menghuni negara teluk tersebut. Paus Fransiskus berkata, pasti merupakan momen yang berat bagi mereka untuk bekerja dengan keluarga mereka berada di seberang lautan.

“Kalian kehilangan kasih sayang dari keluarga, dan menghadapi tantangan masa depan yang tak berubah. Namun Tuhan itu Pemurah dan tak akan meninggalkan umat-Nya. Kunjungan Paus Fransiskus disambut hangat umat Katolik dari India dan Filipina.

Ada sekitar satu juta umat Katolik di UEA. Sebagai putra migran Italia yang lahir dan besar di Argentina, Paus Fransiskus sangat menaruh perhatian pada isu migran dan pengungsi. Di dalam stadion, 50.000 umat Katolik yang membawa tiket melambai, dengan salah satu kelompok kecil membentangkan spanduk “Kami Umat Katolik Yaman Mengasihimu”. Sementara 120.000 orang sisanya memilih mengikuti misa dari luar stadion dengan panitia menyediakan layar besar.

Paroki di seluruh UEA menyatakan, mereka sudah membagikan sekitar 135.000 tiket bagi umat. Sementara 4.000 diberikan bagi Muslim yang ingin datang. UEA mengundang Paus Fransiskus sebagai bagian dari “Tahun Toleransi” 2019 dengan Menteri Toleransi Sheikh Nahyan bin Mubarak menyambut umat. Pada Senin (4/2/2019), Paus dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio menyerukan berhentinya konflik di Timur Tengah saat pertemuan lintas agama.

Di hadapan rabi dan sheikh ternama, dia menuturkan setiap pemimpin keagamaan mempunyai tugas menolak setiap kalimat yang bisa menjurus kepada perang. Meski tidak mendiskusikan politik dia meminta adanya “pengakuan utuh” bagi seluruh kelompok masyarakat yang ada di Timur Tengah. “Saya melihat masyarakat dari berbeda keyakinan mempunyai hak kewarganegaraan yang sama, dengan kekerasan harus dihapuskan,” tegasnya. (kompas/Red)

About The Author

Ian Manurung

Redaktur Ekeskutif Tlpn/WA : 08888917522 / 085261780596 email: redaksi@wahanaindonesia.com

Social Media

Kategori

Android

Download Aplikasi android: