Select Page

Kapolda soal Kasus Adik Wagub Sumut: Ini Murni Perbuatan Melawan Hukum

Kapolda soal Kasus Adik Wagub Sumut: Ini Murni Perbuatan Melawan Hukum

WI | Medan,- Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Agus Andrianto menegaskan tidak ada kriminalisasi atas penetapan tersangka pengusaha Musa Idishah alias Dodi Shah dalam kasus pengalihan hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit. Menurut Agus, insitusinya melakukan serangkaian proses hukum sesuai prosedur di kasus itu.

“Jadi tolong masyarakat juga memahami, bila ada perbuatan melawan hukum, maka ada aturan hukum,” ujar Agus kepada awak media di Medan, Minggu (3/3). “Kriminalisasi itu bila misalnya rekan-rekan tidak punya masalah, kemudian diciptakan masalah. Itu baru kriminalisasi”.

Dia memastikan, status tersangka adik kandung Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajek Shah itu tidak ada hubungannya dengan politik.

“Kami akan menindak kasus itu sesuai hukum yang berlaku, saat ini Polda Sumut terus melakukan pendalaman,” kata Agus.

Ditanya apakah dirinya mengenal dan sudah pernah bertemu dengan tersangka, Agus tidak menjawab.

“Sampai saat ini saya tidak pernah bertemu dengan yang namanya Dodi. Memang ada beberapa kali minta waktu untuk ketemu, tapi saya tidak tanggapi. Ada keluarganya juga yang ingin ketemu, tidak saya tanggapi. Ini murni perbuatan melawan hukum,” katanya lagi.

Agus juga membantah isu yang berkembang bahwa tersangka dikriminalisasi. “Kriminalisasi itu, misalnya rekan-rekan tidak punya masalah kemudian diciptakan masalah itu baru kriminalisasi. Saya minta Dodi mematuhi proses hukum yang berlaku. Selain dia, kami juga tengah memburu pelaku pembuat dan penyebar video dugaan intimidasi kepada anggota polisi yang berjaga saat penggeledahan,” pungkas Agus.

Ditemui ditempat terpisah, Dodi juga menegaskan kasusnya tidak berkaitan dengan politik. Dia juga mengaku tidak mengetahui siapa pembuat video penggeledahan di rumahnya. Soal barang bukti pistol dan amunisi, dirinya bilang sudah punya izin. Apalagi dia adalah Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Sumut. “Saya penembak, pemburu, penembak sasaran. Saya juga penembak reaksi, bisa saya jabarkan.

Kalau penembak, enggak mungkin saya enggak punya senjata, artinya senjata legal,” ucap dia. Terkait penjemputan paksa karena Ditreskrimsus Polda Sumut sudah melayangkan surat panggilan kepadanya untuk dimintai keterangan sesuai kapasitasnya sebagai direktur PT ALAM namun sampai dua kali pemanggilan tetap mangkir, Dodi beralasan hanya miskomunikasi. “Mungkin ada miskomunikasi sampai Polda merasa harus melakukan itu,” katanya.

About The Author

Ian Manurung

Redaktur Ekeskutif Tlpn/WA : 08888917522 / 085261780596 email: redaksi@wahanaindonesia.com

Social Media

Kategori

Android

Download Aplikasi android: