Select Page

JPPR Aceh Gelar FGD Pemetaan Konflik

JPPR Aceh Gelar FGD Pemetaan Konflik

Wahanaindonesia.com, Banda Aceh. – Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Aceh meggelar Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan Sengketa Pemilu 2019. Diskusi ini menghadirkan dua panelis pemantik diskusi Dr. Taufiq A Rahiim, Pengamat Politik & Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh dan Hamdani Abdullah, MA Koordinator JPPR Aceh.

Dalam Catatan FGD ini, berkembang masalah yang sangat potensi muncul dalam pemilu. Dalam pemilu 2019 ini masyarakat meyakini dan menilai politik tidak sehat masih diduduki oleh Money politic 89,0% menyusul sengketa pemilu 76,6% sementara ketidak-netralan pemerintah hanya 66,2%.

Paling rendah adalah penggunaan kekerasan dalam pemilu hanya 32,4%. Semua masalah ini sudah dipastikan ada saat saat pemilu digelar.

“Money politik adalah jurus andalan untuk mendapatkan suara yang banyak. Money politik dan sengketa pemilu tidak akan dibahas pada diskusi kali ini, dan akan dibahas pada pembahasan selanjutnya.” ungkap Dr. Taufiq A Rahiim, yang juga Pengamat Politik & Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh.

Beberapa rentetan permasalahan ini mendapat solusi dari masyarakat yang menilai bahwa untuk mengurangi problem tersebut perlu penegakan hukum harus tegas dan kuat 17,3%. Kemudian edukasi politik 16,3% dan reformasi partai politik 13,3% agar politik identitas tidak menemukan jalan untuk menguat.

“Solutif penegakan hukum dan edukasi politik akan dibahas pada diskusi selanjutnya. Sekarang hanya berfokus pada reformasi partai.” Tutup Hamdani, Koordinator JPPR Aceh. (Far)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: