Select Page

PT. AAF Aceh Diakuisi Oleh PT. PIM (Pupuk Indonesia)

PT. AAF Aceh Diakuisi Oleh PT. PIM (Pupuk Indonesia)

WI | Krueng Geukueh, Aceh Utara. –  Aset PT Pupuk Asean Aceh Fertilizer (AAF) yang berlokasi di Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara baik berupa pabrik, perkantoran, sebahagian perumahan karyawan, fasilitas umum maupun pelabuhan kini telah menjadi milik PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM) terhitung akhir Desember 2018 lalu. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT PIM, Husni Achmad Zaki kepada wartawan, Sabtu (19/1) di Krueng Geukueh.

Dari pemantauan awak media, terlihat mulai pintu gerbang masuk hingga sejumlah kantor dan rumah baik yang masih untuh maupun yang sudah hancur atau terbakar sudah diberi tanda dengan tulisan “Tanah dan Bangunan ini Milik PT PIM”.

“Ya, memang, namun tidak semua rumah hanya sekitar lebih kurang 100 unit yang diambil PT PIM lainnnya telah duluan dijual oleh Tim Likuidator,” sebut Zaki

Husni Achmad Zaki sendiri sudah berkonsultasi dengan Pemerintah Aceh tentang pengambilalihan aset PT AAF. Dia menyatakan Pemerintah Aceh sangat mendukung dan memberi support penuh pengambilalihan asset PT AAF itu.

Sementara itu, Usman Cut Raja, tokoh Krueng Geukueh menjelaskan, PT AAF yang didirikan melalui saham negara-negara ASEAN, telah berhenti beroperasi sejak akhir tahun 2006 lalu dan telah diselesaikan oleh Pemerintah Indonesia. “Sekarang PT AAF telah menjadi milik PT PIM di bawah holding Pupuk Indonesia,” ujarnya.

Dia menambahkan, dirinya mengetahui bahwa PT PIM kini sedang menyusun program dan langkah ke depan apa saja industri yang akan dikembangkan baik di areal pabrik maupun perumahan karyawan terrmasuk merenovasi unit urea dan segera mengoperasikan pabrik HO2. Terkait dengan pelabuhan yang saat ini telah dimanfaatkan kalangan nelayan akan segera direlokasi ke tempat lain.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Aceh Utara juga mendukung langkah Direksi PT PIM terhadap pengambilalihan aset PT AAF.
“Kami sangat mendukung dari pada terlantar begitu,” ujar mantan Sekda Aceh Utara, Marzuki Abdullah.

Bahkan HM Yasin Ishak, Mukim Krueng Geukueh mengaku akan mengerahkan pemuda lingkungan untuk membersihkan semua areal yang sekarang ditumbuhi semak belukar. (***)

Dikutip dari Harian Andalas.com

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: