Select Page

Lakhar TPK KOJA, Safuan : TPK KOJA Lampaui Target Througput Di Tahun 2019, Rencana Di Tahun 2020 Ada Up Grade Alat Tua dan Peningkatan Dermaga Serta Menjadikan Pelabuhan Green Port

Lakhar TPK KOJA, Safuan : TPK KOJA Lampaui Target  Througput Di Tahun 2019, Rencana Di Tahun  2020 Ada Up Grade Alat Tua dan Peningkatan Dermaga Serta Menjadikan Pelabuhan Green Port
WI I Jakarta,-
 Target throughput dicapai di penghujung tahun 2019, ujar Bpk: Safuan selaku Pelaksana Harian (Lakhar) Sekretaris Perusahaan (sekper), Selasa (31/12/19) di kantornya mengatakan, pada wahanaindonesia.com dan ISL, bahwa  target throughput tahun 2019 adalah 840.000 ribu TEus/ tahun  dan di pastikan sampai akhir tahun 2019 mencapai hingga 900.000 ribu TEus lebih, sehingga  adanya peningkatan dari sisi throughput. Kenapa ini bisa terjadi?,  ujar Safuan,  karena kinerja management yang  solid dan dukungan serta kerja keras seluruh karyawan. Tambahnya, lancarnya aktifitas bongkar muat baik di lokal Jakarta sama dengan di Global walaupun ada issue taifun atau ekstrimnya cuaca yang tidak menentu , itu sedikit terhambat tapi tidak terlalu signifikan sehingga target kita bisa tercapai untuk th 2019, ungkap Safuan.
Untuk  tahun depan 2020 akan ada rencana investasi yang akan di mulai bulan Januari terkait dengan perbaikan penguatan dermaga, dan penambahan alat sebagai salah satu utama pendukung pencapaian target.
Juga akan ada penambahan kedalaman kolam yang tadi hanya ada 14 m di tambahkan lagi di tahun yang akan datang TPK KOJA sehingga memiliki kedalaman 16 m, dan siap menampung kapal besar dengan jumlah volume muatan yang besar, ini demi mencapai target lebih maximal lagi di tahun ini. Ujar Bpk:Safuan (Lakhar  Sekper) TPK Koja.
Masih menurut Safuan, terkait dengan perbaikan dermaga dan penambahan alat, itu mungkin ada penurunana throughput dibawah 900 TEus, secara over all, kita bisa targetkan yang kita rencanakan dari anggaran.J adi, kata Safuan, untuk throughput yang ditetapkan 2019 kita melampaui target.
Untuk pencapaian tersebut, Tpk Koja ada pelanggan 6 shiping line dan karena keterbatasan Dermaga, itu tidak bias banyak kapal karena itu, kapal yang sandar di Tpk Koja hanya 6 shiping line tapi volume muatannya cukup banyak dan kita bisa optimal dan target kita terpenuhi, juga disesuaikan dengan kedalaman kolam dermaga 14 m.
Diharapkan, kedepan kita usahakan 16 m, karena ada perbaikan Dermaga dan penggantian 3 alat bongkar muat RTG perlu diganti karena kondisi sudah cukup tua.
“Kita mau ganti dengan jangkauan yang lebih besar agar bisa masuk kapal ukuran terbaru sehingga secara.pelabuh  kita bersaing dengan NPCT 1, kapal terbaru bisa 22 ROW generasi baru, dan ini sudah disetujui akan kita ganti 3 krane, jelasnya.
Selain itu ujar Safuan, kedepan kita ada beberapa kajian dengan effesiensi bahan bakar yakni, bahan bakar RTG yang sekarang adalah solar. Bahan bakar ini selain mahal, kata Safuan, tidak ramah lingkungan untuk itu tahun depan kita coba kaji elektrikfikasi disetiap alat, kita bisa hemat bahan bakar (bbm) sehingga kita kedepan Go Green, bisa mengurangi emisi, lebih effesien, ramah lingkungan dan menjadikan pelabuhan kita Green Port. Kedepan lagi, jelas Safuan, BBM truk solar menjadi BBG, ini lebih ramah lingkungan dan harga lebih murah.
Dikita ada issue Pungli di Pelabuhan dari direksi kantor pusat, tim management turun kelapangan mengecek dan tidak ditemukan, kami ada tim disiplin, mencoba menyadarkan karyawan dan sangsi bisa dikeluarkan bila melanggar peraturan yang diberlakukan.
Sementara itu, kita juga ada team safety terus memantau dan monitor keselamatan kerja dan ada 1 khusus mobil patroli untuk team safety, bila ada karyawan tidak memakai APD langsung ditegor bahkan juga diawasi melalui CCTV kita pasang tiap spot, bisa mengawasi ada pungli, pungkasnya.(benny p silalahi)

About The Author

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media

Categories

Android

Download Aplikasi android: